Dalam setahun pertama masa jabatan Bobby Nasution sebagai Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), sebanyak lima kepala dinas atau pejabat eselon II mundur dari jabatannya. Bobby pun menilai alasan para pejabat tersebut mundur karena kinerja yang buruk. Ia juga siap buka-bukaan terkait kinerja para pejabat tersebut.
Sebelumnya diberitakan, Gubsu Bobby Nasution dan Wagubsu Surya bakal menjabat setahun tepat pada 20 Febuari 2026 nanti. Setahun menjabat, terdapat 5 pejabat eselon II Pemprov Sumut yang mundur di era Bobby-Surya.
Dalam catatan detikSumut, pejabat eselon II Pemprov Sumut yang mundur yakni Muhammad Rahmadani Lubis dari Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sumut; Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Sumut Hasmirizal Lubis; Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Holtikultura Sumut Rajali; Kadis Perindag ESDM Fitra Kurnia dan Kadis PUPR Sumut Hendra Dermawan Siregar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan yang disampaikan para pejabat eselon II tersebut ke Pemprov Sumut beragam, mulai dari kesehatan, melanjutkan pendidikan, merasa tidak bekerja maksimal, hingga alasan ingin fokus dengan keluarga.
Selain 5 pejabat ini, Kadis Kominfo Sumut Ilyas Sitorus juga mengundurkan diri. Namun Ilyas mundur karena tersandung kasus korupsi.
Berikut pernyataan Bobby terkait mundurnya lima pejabat tersebut.
1. "Mundur Aja, Nggak apa-apa"
Bobby mempersilakan para pejabat tersebut untuk mundur jika kinerja mereka tidak baik. Hal itu diungkapnya saat diwawancarai, Sabu (14/2/2026).
"Kalau kepala dinasnya buruk ya mundur aja, nggak apa-apa," kata Bobby Nasution saat ditanya soal daftar pejabat yang mundur, Sabtu (14/2/2026).
2. Lebih Pilih Hasil Kerja Dibanding Citra Kepemimpinan
Bobby lalu mengaku dirinya lebih memilih hasil kerja jajaran Pemprov Sumut yang baik dibanding menjaga citra kepemimpinan yang dinilai kurang baik karena banyaknya kepala dinas yang mundur.
"Kita lebih bagus dibilang seperti itu, tapi ada hasil kerjanya ya, dibandingkan sok mau paling betul tapi kinerjanya nggak ada, apa yang mau dibangun kalau mau kek gitu," ujarnya.
3. Punya Penilaian Masing-masing OPD
Mantan Wali Kota Medan tersebut juga mengaku punya penilaian tersendiri dari kinerja masing-masing OPD. Ia pun siap buka-bukaan mengungkap kinerja para kadis yang mundur tersebut.
"Ya tapi yang pasti saya sampaikan, kalau memang mau memberikan alasan apapun kita mempunyai penilaian masing-masing, kita di sini bukan mau menjatuhkan orang, bukan mau menilai orang baik atau buruk, tapi kalau kenapa mengundurkan diri 'ooo ini karena pengelolaan tidak bagus', nanti kita buka semua yang mundur-mundur ini nilainya kek mana," katanya.
4. "Alhamdulilah Tahu Diri"
Ia juga tegas menyebut hampir semua kinerja bawahannya yang mundur tersebut buruk sehingga dirinya menyebut keputusan mereka untuk mundur adalah bentuk kesadaran diri masing-masing.
"Hampir semua buruk (kinerja) semua yang mengundurkan diri, alhamdulillah tahu diri," tuturnya.
(nkm/nkm)











































