Round Up

Ramai-ramai Minta Istri Irjen Ferdy Sambo Dipidana

Tim detikSumut - detikSumut
Senin, 15 Agu 2022 19:45 WIB
Penyidikan laporan istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, terkait dugaan pelecehan seksual terhadap dirinya di rumah dinas Duren Tiga, Jaksel, dihentikan.
Putri Candrawathi (Foto: Dok. TikTok @revalalip.)
Medan -

Sejumlah pihak meminta Polri mempidanakan Putri Candrawathi, istri Irjen Ferdy Sambo. Putri dinilai layak dipidana karena telah membuat keterangan palsu soal dugaan pelecehan yang dilakukan oleh Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat.

Pakar Hukum dan Tata Negara dari Universitas Lampung (Unila) Yusdianto mengatakan, jika laporan yang dibuat bertujuan untuk menghalangi pengungkapan kasus pembunuhan berencana yang dilakukan oleh suaminya yakni Irjen Pol Ferdy Sambo maka konsekuensi hukuman jelas bisa menjerat Putri Candrawathi.

"Barang siapa yang memberitahukan atau mengadukan bahwa ada terjadi sesuatu perbuatan yang dapat dihukum, sedang dia tahu, bahwa perbuatan itu sebenarnya tidak ada, maka bisa dilakukan hukuman penjara," kata Yusdianto kepada detikSumut, Senin (15/8/2022).


Yusdianto berharap dan masih percaya kepada Mabes Polri untuk tidak berhenti melakukan penyelidikan dan pemeriksaan kembali terkait laporan palsu yang diberitakan sejak awal kejadian.

Selanjutnya, dia juga menyoroti terkait yang dilakukan oleh tersangka Fredy Sambo serta anggota lainnya dalam merekayasa olah tempat kejadian perkara (TKP).

Menurutnya, fungsi olah TKP dalam hal penyilidikan ataupun penyidikan adalah untuk menentukan apakah peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana atau bukan.

"Mencari serta mengumpulkan barang bukti di tempat perkara penting untuk kepentingan penyidikan. Hal itu sebagaimana yang tertera dalam perkap Polri Nomor 14/2012, olah TKP untuk menentukan tempat dimana seseorang pelaku itu telah melakukan perbuatannya, tempat dimana alat yang dipergunakan oleh pelaku. Jadi bila itu direkayasa maka sangat fatal dan ada konsekuensi yaitu hilangnya kepercayaan masyarakat," papar dia.

Ahli hukum dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Dr Panca Sarjana Putra juga mengungkapkan pandangan senada. Menurut dia Putri Candrawathi bisa dipidana karena memberikan keterangan palsu.

"Apakah pelapor dapat dimintai pertanggung jawaban pidananya? Ya tentu iya dong, memberikan keterangan palsu dan karena konteksnya membuat laporan ya tentu laporan palsu," kata ahli hukum dari UISU Dr Panca Sarjana Putra kepada detikSumut, Senin (15/8/2022).

Panca menganalogikan hal itu dengan memberikan contoh soal kredit kendaraan yang macet ke leasing, kemudian si kreditur membuat seolah-olah kendaraan tersebut hilang. Padahal si kreditur menjual atau menggadaikan kendaraan tersebut.

"Saya contohkan begini, misalnya begini ada konsumen kereta ketika kreditnya macet kemudian dia bilang hilang keretanya, kan ada sering beberapa kasus sering terjadi begitu, ternyata setelah diperiksa tidak ada hilang dan rupanya digadaikannya dijualnya, dan dia dikenakan keterangan palsu," ujarnya.

Istri Ferdy Bisa Dimintai Pertanggung Jawaban. Baca Halaman Berikutnya:



Simak Video "KPK Bawa 2 Koper Usai Geledah Gedung Dekan Fakultas Kedokteran Unila"
[Gambas:Video 20detik]