Sumatera Selatan

Ngaku Dizalimi Polisi, Eks Cawalkot Palembang Ngadu ke Jokowi

Prima Syahbana - detikSumut
Rabu, 10 Agu 2022 12:37 WIB
Kuasa hukum Mularis Djahri, Alex Noven.
Kuasa hukum Mularis Djahri, Alex Noven (Prima Syahbanda/detikSumut)
Palembang -

Polda Sumatera Selatan telah menetapkan eks calon Wali Kota Palembang, Mularis Djahri, tersangka penyerobotan lahan dan langsung ditahan, Selasa (21/6). Mularis mengaku telah dizalimi dan dikriminalisasi dalam kasus tersebut.

Dia kemudian mengadu dan meminta keadilan kepada Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) agar kasus dan penahanan terhadapnya dihentikan. Kuasa hukum Mularis, Alex Noven, mengatakan penetapan tersangka dan penahanan terhadap kliennya itu tidak sesuai dengan tuduhan melanggar Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilaporkan PT LPI.

"Laporannya itu kan model A. Berarti polisi yang melapor, betul tidak? Sementara itu, dari informasi yang kita dapat, ini LPI yang melaporkan lahannya diserobot, padahal tidak seperti itu. Nah, di situ saja sudah salah. Kita minta keadilan dan bantuan kepada Bapak Presiden Jokowi," kata Alex kepada detikSumut, Rabu (10/8/2022).


Seperti diketahui, Ditreskrimsus Polda Sumsel telah melakukan konferensi pers pada Selasa (21/6) atas penangkapan dan penetapan tersangka terhadap Mularis Djahri (58) selaku Direktur Utama dan juga pemilik PT Campang Tiga dalam kasus tersebut.

Terkait hal itu, menurutnya, saat ini sudah sekitar jalan dua bulan lebih atau 65 hari Mularis ditahan. Bahkan, kata Noven, anak pertamanya, Hendra Saputra, juga ditetapkan jadi tersangka, kemudian juga ditahan Ditkrimsus Polda Sumsel dalam kasus serupa.

"Hendra ini kan hanya pekerja di PT Campang Tiga, kok bisa dia ditahan dan ditetapkan tersangka seperti ayahnya," kata Noven.

Dalam hal ini, sambungnya, polisi menjerat Mularis menggunakan Undang-Undang tentang Perkebunan terkait lahan PT LPI yang diduga diserobot. Akan tetapi, menurutnya, yang tidak masuk akal, hingga saat ini, PT LPI tidak ada laporannya.

"Artinya tidak ada masalah. Oleh sebab itu, klien kami merasa dikriminalisasi dan terzalimi, ditambah lagi anaknya yang tua, Hendra Saputra, juga ditangkap," imbuhnya.

Kalau memang kepemilikan lahan tersebut merupakan masalahnya, sambungnya, seharusnya itu masuknya ke kasus perdata, bukan pidana.

"Kan itu perdata, tidak bisa jadi pidana hingga ditahan sampai sekarang sudah masuk 65 hari Pak Mularis ditahan," ujarnya.

Mularis klaim seribuan karyawan tak bisa bekerja karena dia ditahan dan uang perusahaan disita. Simak halaman selanjutnya.



Simak Video "2 Abang Jago yang Pecahkan Kaca Truk di Palembang Ditangkap!"
[Gambas:Video 20detik]