Ini Peran 2 Pelaku Perampokan-Pembunuhan Driver Taksi Online di Deli Serdang

Mhd Ilham Pradila - detikSumut
Selasa, 27 Okt 2026 22:20 WIB
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumut Kombes Cornelis Mangarahon Simanjuntak (Mhd Ilham Pradilla/detikSumut)
Medan -

Ditreskrimum Polda Sumatera Utara (Sumut) mengungkap peran dua pelaku perampokan dan pembunuhan terhadap seorang pengemudi taksi online GrabCar di Sumatera Utara. Kedua pelaku diduga memiliki peran berbeda, mulai dari menyiapkan peralatan, menghabisi korban, hingga membawa kabur mobil milik korban.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumut Kombes Cornelis Mangarahon Simanjuntak mengatakan, kedua tersangka yang ditangkap adalah Michael Aditya Hutabalian (22), warga Jalan Jamin Ginting, Kota Medan, dan Frans Samuel Oktavianus Sidabutar (22), warga Jalan Paya Bakung, Desa Sumber Melati, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.

"Keduanya memiliki peran berbeda dalam aksi perampokan dan pembunuhan ini," ujar Cornelis, Selasa (27/10/2026).

Michael Aditya Hutabalian diduga berperan menyiapkan sejumlah peralatan yang digunakan untuk melancarkan aksinya. Peralatan tersebut dipesan melalui akun TikTok, antara lain gergaji kawat untuk menjerat leher korban, pisau, dan sarung tangan.

"Yang memesan melalui akun TikTok adalah peralatan berupa gergaji kawat untuk menjerat leher, pisau, dan sarung tangan yang digunakan untuk melakukan tindak pidana di tempat kejadian perkara (TKP)," ujarnya.

Michael juga disebut memesan akun pengemudi Grab milik korban. Saat kejadian, dia diduga memukul korban menggunakan tangan dan kaki serta melukai korban dengan senjata tajam.

"Memesan akun driver Grab milik korban, memukul korban dengan tangan dan kaki, serta melukai korban dengan senjata tajam," ungkapnya.

Setelah kejadian, Michael membawa mobil korban ke Kisaran untuk membuang jasad korban. Dia juga diduga menawarkan mobil tersebut kepada calon penadah.

Sementara itu, Frans Samuel Oktavianus Sidabutar diduga membawa peralatan untuk melakukan aksi tersebut menggunakan tas berwarna cokelat. Dia juga disebut menjerat leher korban dari belakang menggunakan gergaji kawat yang telah dipesan melalui TikTok.

"Menjerat leher korban dari belakang menggunakan jerat kawat yang telah dipesan melalui TikTok, kemudian menusuk tubuh korban hingga memastikan korban meninggal dunia," ungkap Cornelis.

Setelah korban meninggal dunia, Samuel membeli dua karung plastik di Kisaran untuk memasukkan kaki korban. Dia juga diduga menarik jasad korban dari mobil dan menjatuhkannya ke dalam parit di Kisaran.

Selain itu, Samuel bersama Michael diduga menjual telepon genggam milik korban kepada penadah. Samuel juga disebut membawa dan menawarkan mobil korban kepada calon penadah. Namun, mobil tersebut belum terjual dan ditinggalkan di kawasan Mencirim, Sunggal.

"[Samuel] membeli dua buah goni plastik di Kisaran dan memasukkan kaki korban, kemudian menarik jasad korban dari mobil dan menjatuhkannya ke dalam parit di Kisaran," ujarnya.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti dari kedua tersangka, lokasi penemuan jasad korban, serta lokasi pembuangan barang-barang milik korban di Sei Bejangkar.

Dari kedua tersangka, polisi mengamankan satu unit mobil Toyota Calya berwarna perak milik korban tanpa pelat nomor, sepasang sandal milik korban, serta sepasang sepatu milik Samuel yang masih memiliki bercak darah korban.

Polisi juga menyita satu setel pakaian berupa baju dan celana yang dikenakan Michael saat peristiwa tersebut terjadi.

Sementara itu, dari lokasi penemuan jasad korban, polisi menyita satu karung plastik, dua kaus hitam, serta satu dompet berisi kartu tanda penduduk (KTP), kartu ATM, kartu BPJS, dan surat tanda nomor kendaraan (STNK) milik korban. Polisi turut mengamankan uang tunai sebesar Rp 277.000 milik korban.

Adapun barang bukti yang ditemukan di Sei Bejangkar meliputi satu bilah pisau, satu gergaji kawat yang diduga digunakan untuk menjerat leher korban, tiga karpet mobil milik korban, satu sepatu berwarna hitam putih, sepasang kaus kaki, satu kain kanebo, satu sapu kecil, satu unit ponsel Android merek Oppo, satu karung plastik, dan satu sarung tangan berwarna hitam.

Penyidik masih mendalami rangkaian peristiwa tersebut berdasarkan keterangan para tersangka dan barang bukti yang telah diamankan.



Simak Video "Video: Bu Guru di OKU Selatan Ditusuk Pelajar SMP hingga Tewas "

(nkm/nkm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork