Ternyata Ginjal Juga Bisa Terganggu Akibat Polusi Udara

Elmy Tasya Khairally - detikSumut
Senin, 26 Okt 2026 07:31 WIB
Foto: Getty Images/iStockphoto/torwai
Jakarta -

Dampak polusi udara terhadap kesehatan tidak hanya berkaitan dengan gangguan pernapasan. Paparan polutan juga disebut dapat memengaruhi kesehatan ginjal. Meski bukan penyebab tunggal penyakit ginjal kronis, polusi udara dinilai sebagai salah satu faktor lingkungan yang perlu diwaspadai.

Ginjal memiliki sejumlah fungsi penting bagi tubuh, mulai dari menyaring zat sisa dari darah, menjaga keseimbangan cairan, hingga membantu mengatur tekanan darah.

"Partikel halus, khususnya PM2.5, dapat masuk ke aliran darah melalui paru-paru dan memicu peradangan sistemik serta stres oksidatif. Proses ini dapat merusak pembuluh darah halus di dalam ginjal, yang berpotensi memengaruhi kemampuan ginjal untuk menyaring darah secara efisien," kata ahli nefrologi Dr Umesh Gupta, dikutip detikHealth dari laman Hindustan Times.

Gupta menjelaskan, paparan polutan yang berlangsung dalam waktu lama juga berpotensi meningkatkan risiko hipertensi dan resistensi insulin. Kedua kondisi tersebut diketahui sebagai faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit ginjal.

Jika berlangsung terus-menerus, berbagai dampak tersebut dapat menambah beban kerja ginjal dan berpotensi berperan dalam munculnya maupun memburuknya penyakit ginjal.

"Kekhawatiran ini mungkin sangat signifikan bagi orang yang sudah menderita diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas, atau memiliki riwayat penyakit ginjal dalam keluarga. Lansia dan individu yang tinggal di daerah dengan tingkat polusi yang tinggi secara terus-menerus juga mungkin menghadapi paparan kumulatif yang lebih besar," katanya.

Meski demikian, Gupta menekankan bahwa kaitan antara polusi udara dan penyakit ginjal kronis tidak sederhana. Menurutnya, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar pengaruh polusi udara secara langsung terhadap munculnya penyakit tersebut.

Ketika kualitas udara memburuk, masyarakat dapat melakukan sejumlah langkah untuk mengurangi paparan polutan. Beberapa di antaranya adalah:

  • Memeriksa indeks kualitas udara di wilayah masing-masing.
  • Mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan.
  • Menggunakan alat penjernih udara dengan kapasitas yang sesuai apabila tersedia.
  • Menghindari paparan asap rokok.
  • Menjaga tekanan darah dan kadar gula darah tetap dalam kondisi sehat.

Gupta juga mengingatkan bahwa penyakit ginjal kronis atau Chronic Kidney Disease (CKD) kerap berkembang tanpa menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal.

"Penyakit ginjal kronis (Chronic Kidney Disease atau CKD) dapat muncul secara diam-diam, dengan sedikit gejala yang terlihat pada tahap awal," peringatkan ahli nefrologi tersebut.

Karena itu, orang yang memiliki faktor risiko tertentu disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk menentukan pemeriksaan yang diperlukan.

"Orang dengan diabetes, hipertensi, atau faktor risiko lain yang diketahui harus berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan mereka tentang pemeriksaan yang tepat," tambahnya.



Simak Video "Video: Viral Mi Ayam Micin Brutal di Mata Ahli Ginjal"

(nkm/nkm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork