Banyak penderita penyakit ginjal kronis atau chronic kidney disease (CKD) baru mengetahui kondisinya ketika penyakit telah memasuki tahap lanjut dan mengharuskan mereka menjalani cuci darah. Kondisi ini terjadi karena gangguan pada ginjal kerap tidak menimbulkan rasa sakit atau gejala yang jelas pada fase awal.
Pakar nefrologi sekaligus dokter transplantasi dari Rumah Sakit Apollo Bengaluru, India, dr Srivatsa A, menjelaskan bahwa hal tersebut disebabkan oleh kemampuan ginjal untuk tetap menjalankan fungsinya meski sebagian telah mengalami kerusakan.
"Ginjal memiliki cadangan fungsional yang luar biasa. Unit penyaring yang sehat secara otomatis akan bekerja ekstra keras untuk mengimbangi unit lain yang rusak," kata dr Srivatsa, dikutip detikHealht dari Times of India.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemampuan kompensasi tersebut membuat banyak pasien tetap merasa sehat dan mampu beraktivitas seperti biasa. Padahal, fungsi ginjal mereka bisa saja telah menurun hingga sekitar 80 persen tanpa memunculkan gejala yang berarti.
Masalah baru muncul ketika sisa fungsi ginjal sudah tidak lagi mampu mengimbangi kebutuhan tubuh. Pada kondisi tersebut, limbah metabolik yang bersifat racun mulai menumpuk di dalam aliran darah sehingga memicu berbagai gejala berat yang menandakan terjadinya gangguan sistemik.
Penderita kemudian dapat mengalami kelelahan ekstrem, mual, muntah, hingga rasa gatal hebat pada kulit. Penumpukan cairan akibat ginjal yang tidak lagi mampu menyaring dengan baik juga menyebabkan pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, dan wajah.
Tak hanya itu, kerusakan ginjal juga menghambat produksi hormon eritropoietin yang berperan dalam pembentukan sel darah merah. Akibatnya, pasien berisiko mengalami anemia berat yang ditandai dengan sesak napas yang terjadi secara terus-menerus.
Pihak medis mengingatkan agar masyarakat tidak abai jika mulai merasakan keluhan yang menetap berikut ini:
- Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau wajah akibat retensi cairan.
- Kelelahan ekstrem yang terus-menerus.
- Nafsu makan menurun drastis.
- Mual hingga muntah-muntah.
- Kram otot yang sering kambuh.
- Sulit berkonsentrasi atau linglung.
- Perubahan frekuensi atau warna saat buang air kecil.
- Kulit kering dan terasa gatal parah.
- Tekanan darah tinggi (hipertensi) yang mendadak sulit dikendalikan.
