Nasi putih menjadi makanan yang hampir selalu tersedia di meja makan masyarakat Indonesia. Tak jarang, nasi yang dimasak pada malam hari disimpan untuk sarapan keesokan harinya. Namun, apakah nasi sisa semalam masih aman dikonsumsi?
Nasi sisa sebenarnya masih bisa dikonsumsi, tetapi keamanannya bergantung pada cara penyimpanan. Nasi yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang berisiko menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab keracunan makanan, meskipun tampilannya masih terlihat normal.
Bakteri yang Bisa Bertahan pada Nasi
Salah satu bakteri yang perlu diwaspadai adalah Bacillus cereus. Bakteri ini dapat ditemukan pada beras mentah dan menghasilkan spora yang mampu bertahan selama proses memasak.
Menurut Food Standards Australia New Zealand, spora Bacillus cereus dapat berkembang biak ketika makanan matang dibiarkan pada kondisi suhu yang mendukung pertumbuhan bakteri. Bakteri itu juga dapat menghasilkan racun yang menyebabkan muntah dan diare.
Karena itu, nasi yang telah matang tidak sebaiknya dibiarkan berjam-jam di meja makan tanpa pengaturan suhu yang tepat. Risiko ini juga berlaku pada nasi goreng atau olahan nasi lain yang menggunakan nasi sisa.
Nasi Terlihat Normal Belum Tentu Aman
Nasi yang terkontaminasi Bacillus cereus belum tentu menunjukkan perubahan warna, bau, atau rasa. Artinya, seseorang tidak bisa memastikan keamanan nasi hanya dengan melihat atau mencicipinya.
Badan kesehatan Western Australia menjelaskan bahwa nasi yang terkontaminasi bakteri tersebut dapat terlihat dan berbau seperti nasi biasa. Memanaskan kembali nasi juga tidak selalu menghilangkan racun yang telanjur terbentuk.
Jika nasi disimpan dengan cara yang tidak tepat, memanaskannya sampai mengepul pun tidak menjamin nasi tersebut aman dikonsumsi. Oleh sebab itu, cara penyimpanan sebelum pemanasan ulang menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.
Simak Video "Video: 13 Siswa SD di Palembang Mual dan Muntah Usai Santap MBG"
(astj/astj)