Nasi Dingin Lebih Baik untuk Kesehatan, Ini Alasan Ilmiahnya

Nasi Dingin Lebih Baik untuk Kesehatan, Ini Alasan Ilmiahnya

Nency - detikSumut
Kamis, 10 Sep 2026 22:20 WIB
White rice in bowl
Foto: Getty Images/iStockphoto/Amarita
Jakarta -

Nasi panas yang baru matang memang paling enak langsung disantap. Aromanya yang harum, teksturnya pulen, apalagi kalau dimakan bersama lauk favorit.

Ada anggapan bahwa nasi dingin justru lebih baik dari nasi panas untuk kesehatan. Benarkah demikian?

Perubahan suhu nasi memang dapat mempengaruhi struktur pati di dalamnya, terutama ketika nasi yang sudah matang didinginkan . Saat nasi dingin, sebagian pati dapat berubah menjadi pati resisten (resistant starch).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jenis pati ini lebih sulit dicerna di usus halus dan dapat mencapai usus besar, sehingga tidak langsung meningkatkan kadar gula darah seperti pati yang mudah dicerna.

ADVERTISEMENT

Perubahan ini menarik perhatian peneliti karena pati resisten dapat membuat respons gula darah setelah makan menjadi lebih rendah. Jadi, bukan sekadar nasi panas versus nasi dingin, tetapi ada proses kimia di balik semangkuk nasi yang sudah didinginkan.

Dilansir dari penelitian Sonia dkk (2015), disebutkan kandungan pati resisten pada nasi putih meningkat setelah didinginkan. Nasi yang baru matang mengandung sekitar 0,64 gram pati resisten per 100 gram, sedangkan nasi yang didinginkan selama 24 jam pada suhu 4 derajat Celsius lalu dipanaskan kembali mencapai 1,65 gram per 100 gram.

Bukan cuma kandungannya yang berubah. Dalam penelitian yang sama terhadap 15 orang dewasa sehat, nasi yang telah didinginkan lalu dipanaskan kembali menghasilkan respons glikemik yang lebih rendah dibandingkan nasi yang baru matang. Nilainya sekitar 125 dibanding 152 mmol·min/L.

Lantas, apakah berarti nasi dingin otomatis lebih sehat? Belum tentu juga. Cara penyimpanan, jumlah nasi yang dimakan, lauk pendamping, dan kondisi kesehatan seseorang juga tetap berpengaruh.

Ada satu hal yang justru tidak boleh dilakukan yaitu nasi dingin berarti nasi yang dibiarkan begitu saja di meja semalaman. Nasi panas yang telah dimasak harus perlu ditangani dan disimpan dengan benar.

Sebuah tinjauan ilmiah tentang Bacillus cereus pada nasi menjelaskan bahwa bakteri tersebut dapat berkembang pada nasi dan menyebabkan keracunan makanan. Penanganan serta suhu penyimpanan yang tidak tepat, termasuk saat proses pendinginan dan pemanasan kembali, menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.

Jadi, nasi dingin atau nasi panas, mana yang lebih sehat? Jika dilihat dari perubahan pati dan respons gula darah, nasi yang didinginkan dengan benar lalu dipanaskan kembali punya sedikit keunggulan karena kandungan pati resistennya dapat meningkat. Meski begitu, nasi panas tetap sehat dikonsumsi, selama porsinya sesuai dan nasi disimpan dengan aman.


Artikel ditulis Nency, mahasiswi PKL Unimed di detikcom

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Nestapa Korban Banjir di Aceh Tamiang, Meninggal di Tempat Pengungsian"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads