Dinkes Medan Catat Peningkatan Kasus ISPA Sejak Agustus 2026

Dinkes Medan Catat Peningkatan Kasus ISPA Sejak Agustus 2026

Rechtin Hani Ritonga - detikSumut
Sabtu, 17 Okt 2026 13:01 WIB
Studio shot of an attractive young woman coughing against a grey background
Foto: Getty Images/PeopleImages
Medan -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan mencatat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mengalami kenaikan sejak Agustus 2026.

Hal ini menyusul memburuknya kualitas udara di Medan akibat paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kasus ISPA di Medan mengalami trend peningkatan sejak Bulan Agustus," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Medan, Surya Syahputra saat dikonfirmasi, Sabtu (17/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun dari data Dinkes Medan, jumlah kasus ISPA atau Pneumonia tahun 2026 pada Bulan Januari sebanyak 32.527 kasus, Bulan Februari 30.730 kasus, Bulan Maret 26.488 kasus, Bulan April 30.440 kasus.

Bulan Mei sebanyak 25.569 kasus, Bulan Juni 27.531 kasus, Bulan Juli 26.827 kasus, Bulan Agustus 32.599 kasus dan Bulan September 45.818 kasus.

ADVERTISEMENT

Untuk mengantisipasi kenaikan kasus ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan mengimbau warga untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

"Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan terutama saat kondisi udara terlihat berasap atau menunjukkan kecenderungan memburuk. Apabila terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, pastikan selalu menggunakan masker perlindungan yang memadai," kata Surya.

Ia juga mengimbau agar anggota keluarga memberikan perhatian khusus kepada anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan atau penyakit penyerta lainnya agar tetap beraktivitas di dalam rumah.

"Jaga daya tahan tubuh dengan membiasakan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, dan minum air putih yang cukup. Apabila mengalami gejala seperti batuk, sesak napas, nyeri dada, mata perih, atau keluhan kesehatan lainnya yang memburuk, segera datangi Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat," ungkapnya.

Ia meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara serta tidak melakukan pembakaran terbuka.

"Berhati-hatilah saat berkendara di jalan raya dan perhatikan jarak pandang yang menurun akibat peningkatan kabut asap," pungkasnya.



(nkm/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads