Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) meminta PLN memperpanjang progam listrik gratis untuk korban bencana penghuni hunian sementara (Huntara). Mualem sudah menyurati Dirut PLN.
Mualem sempat mendengar aspirasi masyarakat terkait listrik gratis saat berkunjung ke Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Warga berharap biaya listrik selama menempati huntara tidak dibebankan korban bencana.
"Kita tahu saat ini memang banyak masih kurangnya, tapi InsyaAllah kita akan terus upayakan lebih sempurna, baik itu WC, air bersih hingga listrik," kata Mualem dalam keterangannya, Rabu (14/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Permintaan warga soal listrik baru diterima Mualem pada hari kunjungan tersebut. Namun pada 8 Oktober lalu, Mualem sudah menyurati Dirut PLN untuk meminta perpanjangan dukungan layanan listrik bagi masyarakat korban banjir yang masih menempati huntara.
Dalam surat itu, Mualem menjelaskan, berdasarkan perkembangan terakhir, dukungan layanan listrik tersebut akan berakhir pada Oktober 2026. Sementara itu, masih terdapat masyarakat terdampak bencana yang tinggal di huntara karena pembangunan hunian tetap (huntap) belum seluruhnya selesai dan belum dapat ditempati.
"Dalam kondisi tersebut, keberlanjutan layanan listrik menjadi bagian penting dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama masa transisi menuju pemulihan," demikian isi surat tersebut.
Menurut Mualem, listrik tidak hanya dibutuhkan untuk keperluan rumah tangga, tetapi juga untuk mendukung pendidikan, kesehatan, keamanan, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Aceh meminta PLN melanjutkan layanan listrik di lokasi-lokasi huntara sampai masyarakat terdampak dapat menempati huntap dan kembali menjalani kehidupan serta aktivitas ekonomi secara layak dan mandiri.
