Kecanduan Media Sosial? Kenali Dampaknya bagi Kesehatan Mental

Kecanduan Media Sosial? Kenali Dampaknya bagi Kesehatan Mental

Hafizna Irasa Hasibuan - detikSumut
Rabu, 14 Okt 2026 07:30 WIB
Ilustrasi Main Ponsel Media Sosial
Foto: Getty Images/iStockphoto/PrathanChorruangsak
Medan -

Membuka Instagram, TikTok, atau platform media sosial lainnya sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Selain menjadi sarana hiburan dan komunikasi, media sosial juga memungkinkan penggunanya memperoleh informasi serta menjalin hubungan dengan orang lain. Namun, penggunaan yang berlebihan dapat berkaitan dengan masalah kesehatan mental.

Penelitian dalam WISSEN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 2026 menemukan penggunaan media sosial memiliki dampak positif sekaligus negatif terhadap kesehatan mental remaja. Penggunaan yang berlebihan dan tidak terkontrol dikaitkan dengan kecemasan, stres, depresi, serta penurunan kepercayaan diri.

Salah satu faktor yang disoroti adalah kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Konten mengenai penampilan, pencapaian, atau gaya hidup yang terlihat sempurna dapat memunculkan perasaan tidak puas terhadap diri sendiri. Tekanan untuk memperoleh banyak tanda suka (likes) dan komentar juga berpotensi mempengaruhi kepercayaan diri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Temuan tersebut sejalan dengan penelitian Ardi Gumara dan rekan-rekannya yang diterbitkan dalam Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi 2024. Penelitian terhadap 62 responden dewasa awal di Bekasi menemukan adanya hubungan antara frekuensi penggunaan media sosial dan kondisi kesehatan mental. Semakin sering media sosial digunakan, kualitas kesehatan mental cenderung lebih rendah dalam penelitian tersebut.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, penelitian itu tidak menemukan hubungan signifikan berdasarkan jumlah platform yang digunakan. Artinya, dampak media sosial tidak cukup dinilai dari banyaknya aplikasi yang dimiliki, tetapi perlu mempertimbangkan frekuensi dan cara penggunaannya.

Di sisi lain, media sosial juga dapat memberikan manfaat, seperti memperluas pertemanan, menjadi sarana mengekspresikan diri, serta membantu seseorang memperoleh dukungan emosional. Karena itu, media sosial tidak selalu berdampak buruk bagi kesehatan mental.

Untuk menjaga penggunaan tetap seimbang, pengguna dapat membatasi waktu mengakses media sosial, memilih konten yang bermanfaat, dan berhenti mengikuti akun yang memicu tekanan atau perasaan rendah diri. Menjaga interaksi langsung dengan keluarga dan teman serta menyediakan waktu untuk beristirahat dari layar juga dapat membantu membangun kebiasaan digital yang lebih sehat.

Artikel ditulis Hafizna Irasa Hasibuan, Peserta Maganghub Kemnaker di detikcom

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Usut Tuntas Keterlibatan Anggota DPRD di Kasus Kematian dr Icha"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads