Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru masih terus mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di tengah guyuran hujan beberapa waktu belakangan. Sejumlah posko juga telah didirikan dan meminta warga lapor jika ada kebalaran hutan dan lahan.
"Antisipasi kami sampai hari ini terus melakukan pemantauan kualitas udara. Bahkan, di masing-masing kecamatan juga kita ada posko dan terus koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau dan BMKG," kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Pekanbaru, Martin Manoluk, Jumat (9/10/2026).
Tak hanya itu, BPBD juga terus koordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan hingga Dinas Pendidikan. Ini dilakukan dalam upaya mengantisipasi sejak dini potensi karhutla di musim peralihan.
"Kami juga koordinasi dengan Dinkes, DLHK dan Disdik sesuai arahan Pak Wali Kota. Hari ini hujan, tapi tipis dan ini juga masih terus diantisipasi karhutla karena asap kan masih ada," kata Martin.
Martin mengungkap kondisi El Nino masih berlangsung hingga Januari 2027. Untuk itu, masih perlu antisipasi karena 50 persen wilayah Pekanbaru masih terdiri dari lahan hijau yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Selain itu, Martin mencatat ada 5 kecamatan di Pekanbaru yang rawan terjadi karhutla. Keenam daerah itu juga masih ada lahan gambut yang jika sudah terbakar sulit dipadamkan.
"Kami sampai hari ini tetap patroli ke daerah rawan karhutla karena 50 persen dari Pekanbaru masih kawasan hijau. Kalau daerah rawan itu ada 6, Rumbai, Rumbai Rumur, Rumbai Barat, Kulim, Tenayan Raya dan Payung Sekaki dan sebagian lahan gambut," katanya.
Meskipum begitu, Martin memastikan saat ini Pekanbaru zero kebakaran lahan. Kabut asap saat ini disebut berasal dari wilayah lain yang masih mengalami kebakaran dan tengah proses pemadaman.
"Saat ini bukan hanya karhutla saja, tapi juga kekeringan dan Sungai Sail ini juga sudah kering. Maka untuk layanan pengaduan jika terjadi karhutla, musibah dan sebagainya tetap ke 112 dan akan direspon cepat. Kami juga membagikan masker kepada masyarakat sejak awal kabut asap," kata Martin.
Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
(ras/mjy)