Kementerian Kehutanan telah mengumumkan enam daerah jadi langganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Di Provinsi Riau, ternyata ada 159 kelurahan dan desa rawan yang harus diantisipasi.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Riau, Edy Afrizal mencatat kerawanan tersebar di 12 kabupaten dan kota. Semua tersebar di 65 kecamatan.
"Saat ini daerah rawan karhutla di Provinsi Riau tersebar di 159 desa dan kelurahan. Semua itu tersebar di 65 kecamatan yang ada di 12 kabupaten dan kota," ujar Kalaksa, Edy Afrizal, Rabu (29/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun desa terbanyak terdampak tersebar di Rokan Hilir dengan total 35 desa. Disusul Indragiri Hilir 28 desa, Pelalawan 22 desa dan di Kabupaten Bengkalis total 16 desa.
Selanjutnya ada Kepulauan Meranti total 14 desa rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan. Desa lain tersebar di Siak, Dumai dan Indragiri Hulu masing-masing 11 desa.
Desa lain tersebar di Kabupaten Kampar 4 desa, Kota Pekanbaru 3 kelurahan dan juga Kuantan Singingi dan Rokan Hulu masing-masing 2 desa.
"Memang potensi ini terpetakan merujuk kondisi lapangan. Khususnya daerah di wilayah rawan karena lahan gambut dan daerah mineral seperti di Rokan Hulu itu," kata Edy.
Terkait kondisi itu, Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status Darurat Karhutla terhitung 13 Februari hingga 30 November. Sedangkan untuk kabupaten dan kota, saat ini tinggal Kuantan Singingi yang belum ada penetapan.
"Dari 12 kabupaten dan kota di Riau, tinggal Kuantan Singingi saja belum menetapkan. Namun kami terus berkoordinasi dengan Pemkab Kuansing terkait kondisi terkini di lapangan," kata Edy.
Terakhir, data kebakaran hutan dan lahan di Riau hingga 28 Juli tercatat mencapai 15,3 ribu hektare. Luas lahan terbakar tersebar paling banyak di Bengkalis mencapai 8 ribu hektare.
