Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Drainase di 6 Ruas Jalan

Riau

Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Drainase di 6 Ruas Jalan

Raja Adil Siregar - detikSumut
Selasa, 29 Sep 2026 14:41 WIB
Perbaikan drainase di Pekanbaru. (Foto: Istimewa)
Perbaikan drainase di Pekanbaru. (Foto: Istimewa)
Pekanbaru -

Pemerintah Kota Pekanbaru, Riau, mengambil langkah cepat mengantisipasi dan menanggulangi ancaman banjir yang mengintai sejumlah kawasan saat curah hujan tinggi. Salah satunya dengan proses revitalisasi dan pengerjaan drainase baru di sejumlah titik.

Dinas PUPR Kota Pekanbaru mengerjakan proyek pembangunan drainase yang saat ini sedang difokuskan pada 6 titik ruas jalan utama. Ini diharapkan bisa mengoptimalkan daya tampung dan kelancaran pembuangan air hujan.

Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru Edward Riansyah menyebut progres pengerjaan fisik drainase di 6 lokasi telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Bahkan dari data terakhir rata-rata sudah mencapai 40 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasarkan data evaluasi terakhir, capaian pengerjaan di lapangan telah menyentuh angka sekitar 40 persen," tegas Edu kepada detikSumut, Selasa (29/9/2026).

ADVERTISEMENT

Dinas PUPR menargetkan seluruh rangkaian proyek infrastruktur bisa tuntas tepat waktu sesuai dengan tenggat masa kontrak pengerjaan, yakni pada Desember 2026 mendatang. Pengawasan dan pengerjaan teknis di lapangan terus ditingkatkan Dinas PUPR dalam mengawal proyek tersebut.

"Adapun 6 ruas jalan yang menjadi fokus lokasi pembangunan drainase baru meliputi Jalan Darma Bakti, Jalan Paus, Jalan Suka Karya, Jalan Srikandi, Jalan Teratai, serta Jalan Embun Pagi. Kawasan-kawasan tersebut selama ini dikenal cukup rawan mengalami genangan air ketika hujan deras mengguyur," kata Edu.

Selain membangun saluran baru, Pemkot Pekanbaru secara intensif juga melakukan pembersihan serta normalisasi terhadap saluran drainase eksisting yang mulai mengalami pendangkalan. Pendangkalan yang disebabkan oleh akumulasi sedimentasi lumpur dan sampah dinilai menjadi salah satu pemicu utama tersumbatnya aliran air.

Dalam mengeksekusi agenda normalisasi ini, Dinas PUPR mengarahkan petugas lapangan yang dikenal sebagai pasang kuning untuk pembersihan manual.

"Selain itu, pengerjaan juga diperkuat dengan pengerahan alat berat jenis ekskavator untuk mengeruk saluran berukuran besar atau dengan tingkat pendangkalan yang parah," terangnya.



(ras/dhm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads