Penderita diabetes perlu memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan kaki. Pasalnya, luka kecil yang tidak disadari dapat berkembang menjadi infeksi serius hingga berisiko menyebabkan kerusakan jaringan dan tulang.
Dokter spesialis ortopedi, Charles Apulta, menjelaskan kaki menjadi salah satu bagian tubuh yang rentan mengalami komplikasi pada penderita diabetes. Kondisi ini berkaitan dengan kerusakan saraf dan gangguan pembuluh darah yang dapat menghambat proses penyembuhan luka.
"Kaki bisa menjadi kehilangan sensasi sehingga sulit bagi penderita untuk mengetahui kondisi kaki pada saat terjadi luka atau nyeri pascatrauma," jelas Charles, Jumat (9/10/2026).
Ia mengatakan, gangguan pembuluh darah juga membuat luka pada kaki lebih sulit sembuh dan rentan mengalami infeksi. Jika tidak dirawat dengan baik, luka kecil dapat membesar dan berkembang menjadi infeksi yang lebih parah.
Dalam kondisi berat, infeksi dapat merusak jaringan lunak hingga tulang. Bahkan, komplikasi tersebut dapat mengancam keselamatan penderita apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
Charles menyebutkan sejumlah tanda yang perlu diwaspadai penderita diabetes, mulai dari kaki terasa kebas, mati rasa, kesemutan, hingga sensasi seperti tertusuk jarum. Luka, lecet, atau lepuhan yang tidak kunjung sembuh juga perlu mendapat perhatian.
Selain itu, perubahan warna kulit menjadi pucat, kemerahan, atau kehitaman, serta munculnya nanah dan bau tidak sedap dari area luka merupakan tanda yang tidak boleh diabaikan.
Simak Video "Video: Benarkah Penderita Diabetes Harus Minum Obat Seumur Hidup?"
(astj/astj)