Dokter Ingatkan Penderita Diabetes Rawat Kaki Agar Tak Terluka, Ungkap Bahanya

Dokter Ingatkan Penderita Diabetes Rawat Kaki Agar Tak Terluka, Ungkap Bahanya

Hafizna Irasa Hasibuan - detikSumut
Jumat, 09 Okt 2026 17:29 WIB
Ilustrasi diabetes
Foto: Shutterstock
Medan -

Penderita diabetes perlu memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan kaki. Pasalnya, luka kecil yang tidak disadari dapat berkembang menjadi infeksi serius hingga berisiko menyebabkan kerusakan jaringan dan tulang.

Dokter spesialis ortopedi, Charles Apulta, menjelaskan kaki menjadi salah satu bagian tubuh yang rentan mengalami komplikasi pada penderita diabetes. Kondisi ini berkaitan dengan kerusakan saraf dan gangguan pembuluh darah yang dapat menghambat proses penyembuhan luka.

"Kaki bisa menjadi kehilangan sensasi sehingga sulit bagi penderita untuk mengetahui kondisi kaki pada saat terjadi luka atau nyeri pascatrauma," jelas Charles, Jumat (9/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, gangguan pembuluh darah juga membuat luka pada kaki lebih sulit sembuh dan rentan mengalami infeksi. Jika tidak dirawat dengan baik, luka kecil dapat membesar dan berkembang menjadi infeksi yang lebih parah.

Dalam kondisi berat, infeksi dapat merusak jaringan lunak hingga tulang. Bahkan, komplikasi tersebut dapat mengancam keselamatan penderita apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

ADVERTISEMENT

Charles menyebutkan sejumlah tanda yang perlu diwaspadai penderita diabetes, mulai dari kaki terasa kebas, mati rasa, kesemutan, hingga sensasi seperti tertusuk jarum. Luka, lecet, atau lepuhan yang tidak kunjung sembuh juga perlu mendapat perhatian.

Selain itu, perubahan warna kulit menjadi pucat, kemerahan, atau kehitaman, serta munculnya nanah dan bau tidak sedap dari area luka merupakan tanda yang tidak boleh diabaikan.

Untuk mencegah komplikasi, Charles mengingatkan penderita diabetes agar rutin memeriksa kondisi kaki dan menjaga kebersihannya. Kaki perlu dicuci secara teratur, sedangkan kuku sebaiknya dipotong lurus dan tidak menyisakan bagian tajam yang berpotensi melukai kulit.

"Selalu cek setiap saat. Rutin untuk mencuci kaki. Potong kuku dengan lurus tanpa meninggalkan area tajam yang dapat membuat luka, kontrol gula darah, selalu usahakan menggunakan pelembap," pesannya.

Pentingnya perawatan kaki bagi penderita diabetes juga didukung penelitian dalam jurnal Community of Publishing in Nursing 2025. Penelitian terhadap 87 pasien diabetes melitus tipe 2 menemukan bahwa 55,2% responden memiliki perilaku perawatan kaki dalam kategori baik, sedangkan 44,8% lainnya masih tergolong kurang baik.

Temuan itu menunjukkan kebiasaan merawat kaki masih perlu mendapat perhatian. Pemeriksaan rutin dan perawatan yang tepat menjadi bagian penting dari upaya mencegah luka serta komplikasi pada penderita diabetes.

Artikel ditulis Hafizna Irasa Hasibuan, Peserta Maganghub Kemnaker di detikcom

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Benarkah Penderita Diabetes Harus Minum Obat Seumur Hidup?"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads