Waspadai Telapak Tangan Dingin, Bisa Jadi Tanda Ada Masalah Kesehatan Serius

Waspadai Telapak Tangan Dingin, Bisa Jadi Tanda Ada Masalah Kesehatan Serius

Elmy Tasya Khairally - detikSumut
Rabu, 24 Jun 2026 06:00 WIB
Ilustrasi telapak tangan kanan.
Foto: Ilustrasi. (Mufid Majnun/Unsplash)
Jakarta -

Telapak tangan terasa dingin bisa disebabkan oleh banyak hal. Jika berada di ruangan atau lingkungan yang bersuhu rendah, tangan akan terasa dingin karena tubuh sedang berusaha mempertahankan suhu normalnya.

Namun, jika kondisi tersebut berlangsung secara terus-menerus dan tidak dipengaruhi oleh suhu ruangan maupun cuaca, maka bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu.

Penyebab Tangan Dingin

Secara umumnya, bila tangan terasa dingin bukan menjadi sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Namun, perlu diketahui beberapa kondisi kesehatan yang dapat menjadi penyebabnya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Anemia

Dikutip detikHealth dari laman Healthline, saat tubuh kekurangan zat besi, maka aliran darah ke tangan dan kaki dapat berkurang karena tubuh memprioritaskan pengiriman oksigen ke organ-organ vital.

ADVERTISEMENT

Hal itu bisa mengakibatkan, tangan dan kaki bisa terasa dingin.

2. Hipotiroidisme

Hipotiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid tidak memproduksi hormon tiroid dalam jumlah yang cukup. Kondisi ini menyebabkan metabolisme tubuh melambat dan dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh.

Akibatnya, seseorang bisa merasa kedinginan meskipun berada di tempat yang hangat.

3. Diabetes

Diabetes dapat menjadi penyebab tidak langsung tangan atau jari yang terasa dingin karena penyakit ini dapat memengaruhi sirkulasi darah.

4. Lupus

Lupus adalah gangguan autoimun yang menyebabkan pembengkakan dan peradangan di berbagai bagian tubuh. Penyakit ini dapat memengaruhi kulit dan darah sehingga membuat penderitanya lebih sensitif terhadap perubahan suhu.

5. Sindrom Raynaud

Sindrom raynaud menyebabkan pembuluh darah di jari tangan dan kaki menyempit secara tiba-tiba. Dikutip dari laman Cleveland Clinic, kulit pada tangan dan jari dapat berubah warna menjadi biru, putih, atau ungu.

Ketika aliran darah kembali normal, tangan biasanya berubah warna dan terasa lebih hangat.

6. Penyakit Arteri Perifer

Penumpukan plak di arteri dapat menghambat atau membatasi aliran darah ke tangan dan kaki sehingga keduanya terasa dingin.

7. Skleroderma

Skleroderma merupakan gangguan autoimun yang dapat menyebabkan kulit pada jari dan tangan menjadi lebih tebal dari normal. Penderita skleroderma juga sering mengalami sindrom Raynaud.

Tangan Dingin Tanda Penyakit Jantung?

Konsultan kardiologi intervensi dr Vireza Pratama, SpJP, Subsp.IKKv(K), FIHA, FAsCC, FSCAI, mengatakan bahwa ciri-ciri penyakit jantung tidak hanya dapat dinilai dari kondisi telapak tangan.

"Tidak ada keterkaitan ilmiah bahwa telapak tangan sering basah atau sering dingin itu pasti ada hubungannya dengan penyakit jantung. Tidak ada bukti ilmiah," tegasnya.

Menurut dr. Vireza, pasien yang memang memiliki penyakit jantung, tangan dingin atau basah bisa terjadi akibat dampak dari kondisi jantung yang dialaminya.

"Sebaliknya, pada pasien dengan penyakit jantung, hal itu bisa saja terjadi. Tangannya basah, tangannya dingin, dan sebagainya, sebagai dampak dari penyakit jantungnya," jelas dr. Vireza.

Ia menambahkan bahwa telapak tangan yang terasa dingin dan sering berkeringat bukan gejala yang spesifik karena dapat dipicu oleh berbagai kondisi kesehatan, sehingga tidak selalu berkaitan dengan penyakit jantung.

Tanda lebih umum yyang ditemukan pada serangan jantung adalah nyeri dada yang sangat berat, terutama di bagian kiri dada. Rasa nyeri tersebut bahkan dapat menjalar hingga ke punggung dan berlangsung lebih dari 20 menit.

Kondisi ini juga dapat disertai keringat dingin.

"Ini sangat tipikal untuk serangan jantung," kata dr. Vireza.

Gejala Tangan Dingin yang Harus Diwaspadai

Jika tangan dingin disertai gejala berikut ini, maka segera periksakan diri ke dokter:

  • Ulkus, luka terbuka, atau borok pada permukaan kulit.
  • Nyeri atau rasa sakit yang menetap.
  • Kesemutan, sensasi seperti tertusuk jarum, atau mati rasa ringan.
  • Perubahan pada kulit, terutama jika kulit terasa lebih kencang atau lebih keras dari biasanya.

Artikel ini telah tayang di detikHealth, baca selengkapnya di sini

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: Mempersiapkan Masa Menopause"
[Gambas:Video 20detik] (mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads