Dinkes Sumut Catat 56 Kasus Influenza A, Lokasi Pengukuran Hanya Ada di 2 Faskes

Dinkes Sumut Catat 56 Kasus Influenza A, Lokasi Pengukuran Hanya Ada di 2 Faskes

Nizar Aldi - detikSumut
Sabtu, 03 Okt 2026 19:30 WIB
Stethoscope and paper with the word influenza A. viruses predominant among the viruses detected globally. a virus in the Orthomyxovirida virus family and the only virus species in the Alphainfluenzavirus genus.
Foto: Ilustrasi Influenza A. (Getty Images/Fauzi Muda)
Medan -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut mencatat 56 kasus Influenza A. Data tersebut tercatat per 2 Oktober 2026.

Kepala Dinkes Sumut Faisal Hasrimy mengatakan jika alat pengukuran hanya tersedia di dua fasilitas kesehatan. Yakni RSUD Amri Tambunan di Kabupaten Deli Serdang dan Puskesmas Teladan di Kota Medan.

"Untuk pengukuran hanya 2 tempat Puskesmas Teladan dan RSUD Amri Tambunan karena alat deteksinya bantuan Kementerian Kesehatan cuma ada di 2 titik dimaksud," kata Faisal Hasrimy, Sabtu (3/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan catatan Dinkes Sumut, terdapat kenaikan jumlah kasus Influenza A di Sumut dari 22 September ke 2 Oktober 2026. Per 22 September, tercatat 27 kasus dan per 2 Oktober tercatat 56 kasus.

"Ada kenaikan, tapi kondisi masih terkendali," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Penyakit Penyerta Tingkatkan Risiko

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan sejumlah penyakit cukup banyak ditemukan pada kelompok lansia. Hipertensi tercatat memiliki prevalensi 63,5 persen, disusul obesitas 14,1 persen, diabetes 5,7 persen, pneumonia 5,6 persen, serta ISPA 4,6 persen.

Keberadaan penyakit-penyakit tersebut dapat meningkatkan risiko komplikasi ketika lansia mengalami influenza. Kondisi ini berkaitan dengan menurunnya cadangan fungsi paru dan jantung sehingga tubuh tidak lagi seoptimal usia muda dalam menghadapi tekanan akibat infeksi saluran pernapasan.

Gambaran serupa terlihat dari data Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025 yang melibatkan sekitar 7 juta lansia. Data tersebut menunjukkan sebagian besar lansia masih kurang melakukan aktivitas fisik.

Selain itu, lebih dari sepertiga lansia mengalami obesitas sentral dan sekitar sepertiga lainnya tercatat mengalami gangguan kognitif.

Bedakan Influenza dan ISPA

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan RI Imran Pambudi menjelaskan influenza dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan dua istilah yang berbeda. ISPA merupakan istilah yang mencakup berbagai jenis infeksi pada saluran pernapasan, sedangkan influenza merupakan salah satu penyakit yang masuk dalam kategori tersebut.

ISPA dapat dipicu oleh beragam virus, di antaranya influenza, respiratory syncytial virus (RSV), adenovirus, dan rhinovirus. Selain virus, bakteri serta faktor lingkungan seperti polusi udara dan paparan asap rokok juga dapat berkontribusi terhadap terjadinya ISPA.

Adapun influenza secara spesifik disebabkan oleh virus influenza. Beberapa gejala yang umum muncul antara lain demam secara tiba-tiba, batuk, nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, dan kelelahan.

"Influenza termasuk dalam kategori ISPA, tetapi tidak semua ISPA adalah influenza," jelasnya.

Secara internasional, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan influenza musiman menyebabkan sekitar 3-5 juta kasus penyakit berat setiap tahun. Penyakit tersebut juga diperkirakan berkaitan dengan 290 ribu hingga 650 ribu kematian akibat gangguan pernapasan setiap tahunnya.

Lansia termasuk salah satu kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami influenza dengan kondisi berat.

Di Indonesia, jumlah kasus ISPA pada lansia juga cukup tinggi. Data nasional periode Januari hingga Agustus 2026 mencatat lebih dari 2,4 juta kasus ISPA pada kelompok tersebut.

Perkembangan kasus menunjukkan adanya peningkatan pada awal 2026. Jumlahnya kemudian mengalami penurunan pada pertengahan tahun sebelum kembali meningkat pada Agustus.

Kenaikan tersebut terjadi bersamaan dengan adanya laporan peningkatan kasus influenza A, termasuk subtipe H3N2 yang belakangan ramai disebut di media sebagai 'superflu'.

Sejumlah wilayah dengan jumlah penduduk besar seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Banten tercatat memiliki jumlah kasus ISPA lansia yang tinggi.

Walaupun jumlah kasus influenza pada lansia dapat lebih sedikit dibandingkan kelompok usia dewasa, dampak yang ditimbulkan bisa lebih berat. Hal itu dipengaruhi oleh keberadaan penyakit penyerta serta penurunan fungsi tubuh pada usia lanjut.

Sebagai contoh, Aceh mencatat 2.902 kasus ISPA pada lansia pada Januari 2026. Dari total tersebut, sebanyak 35 kasus merupakan pneumonia.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: BNN Tangkap Pasutri Bandar Narkoba di Medan, 2 Kg Sabu Disita"
[Gambas:Video 20detik] (niz/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads