"Eh, tadi siapa yang manggil?" Pernah mengalami hal ini saat sedang sendirian? Rasanya jelas banget kalau ada yang sedang manggil nama sendiri, sampai refleks menoleh. Ternyata setelah dicari, tidak ada siapa-siapa.
Kejadian seperti ini ternyata bukan sesuatu yang aneh. Pengalaman mendengar suara tanpa sumber eksternal yang jelas juga pernah ditemukan pada orang-orang dari populasi umum. Jadi, kalau sesekali merasa nama sendiri dipanggil padahal tidak ada yang memanggil, belum tentu ada sesuatu yang salah dengan diri kita.
Lantas, kenapa nama sendiri yang seolah-olah terdengar? Jawabannnya ternyata ada pada cara otak bekerja. Saat menangkap suara yang tidak begitu jelas, otak tidak hanya menerima bunyi dari telinga, tetapi juga ikut menebak dan mencocokkannya dengan informasi yang sudah kita kenal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otak Ternyata Suka 'Menebak'
Dilansir dari peneitian Alderson-Day dkk (2017) dalam Jurnal Brain, bahwa ekspetasi dan pengalaman sebelumnya dapat mempengaruhi cara seseorang mengenali suara yang samar. Artinya, apa yang kita pikir mungkin akan terdengar bisa ikut mempengaruhi apa yang akhirnya kita persepsikan.
Sederhananya, ketika mendengar suara samar di tengah keramaian, otak tidak selalu menunggu sampai informasi yang diterima benar-benar lengkap. Otak bisa mencoba menebak apa yang sedang didengar berdasarkan informasi yang sudah dimiliki. Karena nama sendiri merupakan sesuatu yang sangat familiar, suara yang tidak jelas pun bisa terasa seperti nama kita.
Perhatian Juga Ikut Berperan
Situasi ini juga bisa membuat fenomena ini lebih mudah terjadi. Ketika seseorang sedang menunggu seseorang memanggil, misalnya , perhatian kita menjadi lebih tertuju pada suara manusia. Akibatnya, suara yang sebenarnya tidak jelas dapat lebih cepat ditafsirkan sebagai sesuatu yang bermakna.
Hal ini sejalan dengan penelitian Alderson-Day dan timnya yang menemukan adanya perbedaan dalam pemrosesan rangsangan suara yang bermakna.
Peneliti menjelaskan bahwa pengetahuan dan ekspektasi sebelumnya dapat memiliki bobot lebih besar dalam proses persepsi tertentu.
Bukan Berarti Kamu 'Halusinasi'
Tenang, sesekali mengalami hal seperti ini tidak otomatis berarti seseorang mengalami gangguan mental. Penelitian Lawrence dkk dalam jurnal Behavioural and Cognitive Psychotherapy tahun 2010 menemukan bahwa pengalaman mendengar suara juga dapat terjadi pada populasi umum.
Penelitian tersebut melibatkan 184 orang dari populasi non-psikiatri yang melaporkan pengalaman mendengar suara. Jadi, mendengar suara atau nama dipanggil tanpa sumber yang jelas bisa menjadi bagian dari pengalaman persepsi manusia dan tidak selalu berarti ada masalah psikologis.
Jadi, kalau suatu hari kamu sedang sendirian lalu tiba-tiba mendengar, "Hei!" atau nama sendiri dipanggil, jangan langsung panik. Bisa jadi bukan ada seseorang yang diam-diam memanggil, melainkan otak sedang berusaha menerjemahkan suara samar menjadi sesuatu yang paling mudah dikenali.
Singkatnya, telinga menangkap bunyi, tetapi otak yang menentukan bunyi itu terdengar seperti apa. Kadang tebakan otak tepat, kadang juga bikin kita refleks menoleh ke belakang padahal ternyata tidak ada siapa-siapa.
Artikel ini ditulis Devi Silaban, mahasiswa Unimed praktik kerja lapangan di detikSumut.
(afb/afb)
