Chia seed merupakan makanan populer yang sering menjadi topping untuk minuman, yogurt, oatmeal, dan smoothie. Meskipun kecil, biji ini memiliki profil nutrisi yang lengkap bagi tubuh.
Chia seed berasal dari tanaman Salvia hispanica, satu keluarga dengan mint, dan telah dikonsumsi manusia lebih dari 5.000 tahun sejak berasal dari Amerika Tengah.
Dikutip dari Harvard Health Publishing, chia seed mengandung serat, protein, omega‑3, dan antioksidan. Biji ini juga menyediakan mineral seperti kalsium, magnesium, dan fosfor.
Salah satu komponen dominan dalam chia seed adalah serat. Dua hingga tiga sendok makan chia seed mengandung sekitar 9,8 gram serat. Serat ini membantu menjaga kesehatan pencernaan.
Serat juga membuat chia seed memberi rasa kenyang lebih lama. Harvard Health menyebutkan efek ini dapat membantu menekan nafsu makan dan mengurangi asupan kalori dan cocok untuk orang yang lagi diet.
Chia seed mengandung asam lemak omega 3 jenis alpha‑linolenic acid (ALA), yang tidak diproduksi tubuh. Omega 3 berperan pada fungsi otak, kesehatan jantung, dan proses peradangan.
Selain omega 3, chia kaya antioksidan seperti polifenol yang melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Penelitian yang dilakukan Khalid dkk (2022) juga menyebut potensi chia seed dalam mendukung kesehatan jantung, termasuk kaitannya dengan tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah.
Simak Video "Langkah Kecil Menuju Kesehatan Jantung yang Lebih Baik"
(astj/astj)