Sekda Natuna soal Warga Jadi Tentara Bayaran Rusia: Saya Sibuk

Kepulauan Riau

Sekda Natuna soal Warga Jadi Tentara Bayaran Rusia: Saya Sibuk

Alamudin Hamapu - detikSumut
Kamis, 01 Okt 2026 21:01 WIB
Foto Rendi diduga jadi tentara bayaran Rusia. (Istimewa)
Foto Rendi diduga jadi tentara bayaran Rusia. (Istimewa)
Natuna -

Sekda Kabupaten Natuna Boy Wijanarko Varianto belum mengetahui informasi terkait adanya warga bernama Rendi tewas setelah menjadi tentara bayaran di Rusia. Dia mengaku sibuk sehingga belum bisa bertemu dengan keluarga Rendi.

Awalnya Boy mengatakan informasi adanya warga Natuna yang tewas setelah menjadi tentara bayaran didapatnya dari media. Pihaknya pun akan mencoba melakukan konfirmasi ke keluarga Rendi.

"Awalnya kami tidak tahu informasi itu. Kami dapat informasi juga dari teman-teman media. Akan kami coba konfirmasi, dari awal informasi yang didapat seperti apa," kata Boy saat dikonfirmasi, Kamis (1/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Boy mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti informasi tersebut, termasuk mengenai kabar bahwa Rendi telah menjadi tentara asing di Rusia. Namun, Pemkab Natuna belum dapat memastikan kondisi terakhir Rendi maupun kebenaran informasi mengenai kematiannya.

"Kami akan coba konfirmasi. Informasinya beberapa kawan media katanya sudah ketemu orang tuanya, tapi saya juga sibuk. Belum bisa bertemu pihak keluarga yang bisa kami konfirmasi," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Boy mengatakan Pemkab Natuna masih akan berkomunikasi dengan pihak keluarga Rendi untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai keberadaan dan kondisi Rendi. Menurutnya, Pemkab Natuna tidak ingin mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang beredar di media.

"Untuk keluarga nanti kami komunikasikan seperti apa. Kami belum bisa menjawab juga," Ujarnya.

Selain menghubungi keluarga, Pemkab Natuna juga berencana berkoordinasi dengan unsur TNI di wilayah Natuna untuk mengetahui tindak lanjut dari sisi teritorial.

"Nanti kami berkoordinasi dengan TNI dalam hal ini dari Kodim seperti apa," ujarnya.

Boy mengatakan penelusuran kasus tersebut juga membutuhkan koordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Hal itu karena keberadaan Rendi disebut berada di Rusia dan menyangkut status warga negara Indonesia di luar negeri.

"Kita harus menghubungi juga pihak luar negeri, Kemenlu seperti apa," kata Boy.

Sebelumnya, Kepala BP3MI Kepri Kombes Imam Riyadi mengatakan pihaknya telah melakukan penelusuran terhadap informasi mengenai Rendi.

Hasil penelusuran BP3MI Kepri menyebut nama Rendi tidak ditemukan dalam Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Sisko P2MI).

BP3MI Kepri juga telah berkoordinasi dengan staf Kemenlu di Jakarta. Menurut Imam, persoalan WNI yang diduga menjadi tentara asing masih menjadi perhatian pemerintah.

Kemenlu disebut tengah melakukan penelusuran melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Rusia.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Ketua RT 03/RW 01 Air Keruh, Kelurahan Ranai Darat, Starki, Rendi disebut berangkat ke Rusia untuk bekerja di bagian logistik. Belakangan, Rendi disebut diarahkan menjadi pasukan tempur.

Keluarga kemudian mendapat kabar dari rekan Rendi bahwa pemuda tersebut meninggal dunia. Namun, hingga kini informasi mengenai kematian Rendi dan keberadaan jenazahnya masih menunggu kepastian dari pihak berwenang.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Drone-Rudal Rusia Bombardir Kyiv, 13 Orang Tewas-7 Selamat"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads