BP3MI Kepri Telusuri Informasi soal Pemuda Natuna Dikabarkan Tewas di Rusia

Kepulauan Riau

BP3MI Kepri Telusuri Informasi soal Pemuda Natuna Dikabarkan Tewas di Rusia

Alamudin Hamapu - detikSumut
Rabu, 30 Sep 2026 18:20 WIB
Foto Rendi diduga jadi tentara bayaran Rusia. (Istimewa)
Foto: Rendi diduga jadi tentara bayaran Rusia. (dok. Istimewa)
Batam -

Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau (Kepri) ikut menelusuri informasi terkait warga Natuna bernama Rendi yang dikabarkan meninggal dunia saat berada di Rusia. Sebelumnya, Rendi diduga berada di Rusia bekerja sebagai tentara bayaran untuk negara tersebut.

Kepala BP3MI Kepri, Kombes Imam Riyadi mengatakan pihaknya telah melakukan penelusuran sesuai dengan tugas dan kewenangannya. Namun, nama Rendi disebut tidak ditemukan dalam Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Sisko P2MI).

"Kami sudah telusuri sesuai dengan tugas kami, yang bersangkutan tidak terdata di Sisko P2MI," kata Imam saat dikonfirmasi, Rabu (30/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Imam mengatakan BP3MI Kepri juga telah berkoordinasi dengan staf Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) di Jakarta terkait informasi tersebut. Menurutnya, persoalan WNI yang diduga menjadi tentara asing saat ini masih menjadi perhatian Kemenlu.

"Kami sudah koordinasi dengan staf Kemenlu di Jakarta terkait hal tersebut. Masih menjadi atensi terkait WNI yang menjadi tentara asing," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Imam mengatakan Kemenlu masih melakukan penelusuran lebih lanjut terkait keberadaan dan status Rendi melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Rusia.

"Kemenlu masih menelusuri warga kita ke KBRI di Rusia," katanya.

BP3MI Kepri juga masih menunggu perkembangan dari koordinasi tersebut. Imam mengatakan pihaknya akan memberikan informasi terbaru apabila telah mendapatkan kepastian.

"Nanti kami update informasi dan infokan perkembangannya," ujarnya.

Sebelumnya, Rendi, warga Kelurahan Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, dikabarkan meninggal dunia saat berada di Rusia.

Ketua RT 03/RW 01 Air Keruh, Kelurahan Ranai Darat, Starki, mengatakan keluarga mendapatkan informasi mengenai kematian Rendi dari rekan yang berada di Rusia.

Menurut Starki, Rendi awalnya disebut bekerja di bagian logistik makanan di Rusia. Namun, belakangan keluarga mendapat cerita bahwa Rendi akan dipindahkan menjadi pasukan tempur.

Rendi disebut keberatan karena pekerjaan tersebut dianggap tidak sesuai dengan kontrak awal. Keluarga juga mendapat informasi bahwa paspornya ditahan sehingga Rendi disebut tidak dapat kembali ke Indonesia.

Komunikasi Rendi dengan keluarga kemudian terputus. Setelah itu, keluarga mendapat kabar dari rekan Rendi bahwa pemuda tersebut telah meninggal dunia.

Rendi disebut meninggal dalam serangan drone Ukraina. Namun, hingga kini informasi tersebut masih menunggu verifikasi dari pihak berwenang.

Starki juga menyebut jenazah Rendi belum ditemukan. Sementara itu, informasi mengenai kontrak senilai sekitar Rp600 juta yang disebut diterima Rendi juga belum dapat dipastikan. Pihak keluarga disebut tidak pernah menerima uang sebesar tersebut.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Drone-Rudal Rusia Bombardir Kyiv, 13 Orang Tewas-7 Selamat"
[Gambas:Video 20detik] (mjy/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads