Pernah lupa nomor telepon yang udah lama tersimpan di kontak handphone?. Atau pernah mencatat jadwal kegiatan penting di handphone agar tidak lupa?
Kebiasaan mengandalkan perangkat digital untuk menyimpan dan mengingat informasi ini dikenal dengan istilah digital amnesia. Contohnya bisa kita jumpai dalam kegiatan sehari-hari.
Nomor telepon, jadwal, alamat, dan tanggal penting kini dapat disimpan dan dicari kembali di ponsel kapan pun diperlukan. Seorang Profesor Madya Psikologi di Pennsylvenia State University, Nancy Dennis menjelaskan ketergantungan pada perangkat digital untuk menyimpan informasi sebenarnya tidak selalu berarti buruk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penggunaan perangkat digital untuk mengingat sesuatu yang sederhana dapat meringankan beban ingatan dan memberi ruang untuk menampung ingatan lainnya.
"Ketergantungan pada perangkat untuk mengingat dan menyimpan informasi dapat membantu otak berkemungkinan menyimpan ingatan lebih tahan lama," katanya dikutip dalam laman Penn State.
Namun, masalahnya dapat muncul ketika seseorang terlalu bergantung pada perangkat digital dan tidak lagi berusaha mengingat sendiri informasi yang dianggap penting. Ketika informasi penting tersebut dapat dilihat kembali hanya dengan melihat perangkat, maka informasi tersebut akan terasa tidak begitu dibutuhkan untuk diingat.
Fenomena ini mirip dengan Google Effect. Maksudnya, seseorang tidak lagi mengingat suatu informasi yang dicarinya di Google, tetapi ia masih ingat informasi tersebut dapat dicari lagi di sana.
Kebiasaan tersebut dapat memengaruhi cara seseorang memproses informasi. Ketika informasi bisa didapat secara instan, seseorang kemungkinan hanya mengingat sumber dan cara mendapatkan informasi tersebut tanpa benar-benar memahami dan menyimpan informasinya dengan baik.
Menariknya, dikutip dari laman resminya, McGill University menyoroti digital amnesia ini masih belum menjadi konsep ilmiah yang matang, karena awalnya dicetuskan oleh perusahaan siber melalui survei yang mereka lakukan. Penelitian ilmiah tentang ini masih tahap awal.
Lalu, apa yang bisa kita lakukan? Dennis menyebutkan untuk tidak hanya sekadar membaca, tapi coba ingat kembali apa yang dipelajari, mengaitkannya dengan pengetahuan yang ada, serta terus mempelajar hal baru.
Perlu diingat, mencatat sesuatu di handphone tidak selalu dianggap buruk. Yang perlu diperhatikan adalah apakah perangkat digital hanya menjadi alat bantu dalam mengolah informasi atau malah membuat seseorang malas memahami dan mengingat hal-hal penting.
Artikel ditulis Fikri Haikal, peserta maganghub Kemnaker di detikcom
