Kenapa Orang Takut Buka Chat? Ini Penjelasan Menurut Psikologi

Kenapa Orang Takut Buka Chat? Ini Penjelasan Menurut Psikologi

Fikri - detikSumut
Selasa, 29 Sep 2026 08:31 WIB
Ilustrasi SMS atau Pesan Masuk
Foto: Shutterstock/
Medan -

Pernah sengaja tidak mengecek saldo rekening karena takut melihat jumlah uang yang tersisa. Atau menunda membuka hasil pemeriksaan, pesan penting, dan informasi lain karena cemas isinya tidak sesuai harapan.

Dalam psikologi, istilah ini bernama Ostrich Effect (Efek Burung Unta). Efek ini merupakan istilah di mana seseorang memiliki kebiasaan menghindari informasi yang membuat tidak nyaman, mirip seperti burung unta yang mengubur kepalanya di tanah atau pasir.

Dalam kehidupan sehari-hari, kebiasaan atau perilaku ini tidak hanya berkaitan dengan uang. Seseorang juga bisa menghindari informasi terkait kesehatan, progres pekerjaan, hubungan dengan orang lain, dan kinerja atau target pribadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu, apa alasan seseorang menghindari informasi tersebut? Salah satu alasannya yaitu kekhawatiran memicu munculnya emosi negatif, menimbulkan perubahan keyakinan, atau membuat orang terpaksa melakukan sesuatu yang tidak diinginkan.

ADVERTISEMENT

Penelitian yang dilakukan oleh Betty P. I. Chang dkk (2017) menemukan seseorang dapat menghindari informasi ketika merasa informasi tersebut tidak akurat, tidak berguna, sulit dijangkau, atau dirasa tidak begitu membantu.

Contoh umum lainnya dapat ditemukan dalam urusan keuangan. Associate Professor of Business Administration, Rey Charles dari Darden School of Business, University of Virginia (UVA), menjelaskan dalam laman resmi UVA bahwa seseorang dapat dengan sengaja tidak mengecek saldo di rekeningnya karena dengan mengetahui kondisi keuangannya langsung akan terasa lebih buruk daripada sekadar menduga kondisinya sedang tidak baik.

Perilaku ini memberikan rasa nyaman untuk sementara karena seseorang tidak harus menghadapi realita yang tidak menyenangkan. Tetapi, kondisi ini juga dapat membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk mengetahui kebenarannya.

Menariknya, kecenderungan menghindar ini ternyata sudah muncul sejak kecil. Dalam penelitian yang dilakukan Radhika Santhanagopalan dari University of Chicago, menyebutkan anak usia 5-6 tahun masih cenderung mencari informasi, sedangkan kebiasaan menghindari informasi ini semakin terlihat pada anak usia 7-10 tahun.

Namun, menghindari informasi tidak selalu berarti buruk. Informasi tertentu memang terkadang berlebihan, menjengkelkan, dan membuat kewalahan sehingga satu-satunya cara yaitu dengan cara menjaga jarak agar dapat menghadapi situasi.

Dikhawatirkan, kebiasaan menghindar tersebut membuat seseorang terus menunda membuka informasi yang sebenarnya dibutuhkan. Radhika menyarankan informasi yang didapat tersebut untuk dipandang sebagai sesuatu yang berguna, sekaligus melatih diri menghadapi ketidakpastian.

Jadi, jika kamu pernah sengaja tidak membuka pesan, mengecek saldo rekening, hasil pemeriksaan, atau perkembangan suatu hal karena takut dengan jawabannya, perilaku tersebut mungkin bukan sekadar malas. Bisa jadi itu salah satu bentuk kecenderungan menghindari informasi yang terasa tidak menyenangkan.

Artikel ditulis Fikri Haikal, peserta maganghub Kemnaker di detikcom

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Hasan Nasbi Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads