Kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kepulauan Riau (Kepri), termasuk Batam, pada Minggu (27/9/2026) pagi. Kondisi tersebut turut berdampak pada jarak pandang di kawasan Bandara Hang Nadim Batam.
Prakirawan BMKG Hang Nadim Batam, Rayi Anggraeni, mengatakan jarak pandang di wilayah bandara pada pagi hari terpantau berkisar 2-3 kilometer.
"Untuk wilayah bandara terpantau jarak pandang berkisar 2-3 km," kata Rayi, Minggu (27/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data kualitas udara yang diterima, konsentrasi PM2.5 di Batam pada pukul 07.00 WIB mencapai 80,6 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat.
Kondisi kualitas udara itu juga terlihat dalam grafik riwayat PM2.5 Batam. Konsentrasi PM2.5 sejak pukul 00.00 hingga 07.00 WIB berada di kisaran sekitar 80-93 µg/m³, dengan seluruh pengukuran berada dalam kategori tidak sehat.
Rayi menjelaskan, kabut asap yang menyelimuti Batam berasal dari aktivitas pembakaran di wilayah lainnya. Berdasarkan pemantauan satelit BMKG, masih terdapat sebaran asap dari wilayah lain yang masuk ke wilayah Kepri.
"Terpantau dari satelit BMKG untuk wilayah Kepri masih terdapat sebaran asap dari wilayah lain," sebutnya.
BMKG mengimbau masyarakat membatasi kegiatan di luar ruangan dalam kondisi udara yang kurang sehat. Masyarakat juga diminta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.
Selain itu, masyarakat diimbau rutin memeriksa kondisi kesehatan dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan pernapasan. Menjaga pola hidup sehat serta mencukupi kebutuhan air juga penting untuk mencegah dehidrasi.
"Kami imbau untuk meminimalisir adanya kegiatan di luar ruangan dan jangan membakar di sembarang tempat," ujarnya.
