Hana Maliha (15) seorang siswi kelas X di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Medan bercerita dirinya sangat ingin mengembangkan kemampuan berbahasa Arab yang ia pelajari di pesantren. Namun, hal ini terkendala belum ada guru yang bisa mengajar Bahasa Arab di sekolah tersebut.
"Kalau guru Bahasa Arab belum ada. Tapi guru agama ada. Ya jadi belajar sendiri di asrama, atau sama kakak-kakak kelas," ujar Hana saat diwawancarai di SRT 2 Medan, Jalan Flamboyan II Kecamatan Medan Tuntungan, Jumat (25/9/2026).
Hana merupakan lulusan Pesantren Baitusy Syakirin, Kecamatan Hamparan Perak. Dari sana, Hana mengaku bisa lancar berbahasa Arab dan hafal beberapa juz Al- Quran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hana berharap ada guru Bahasa Arab yang bisa membimbingnya memperlancar kemampuan berbahasa Arab.
"Boleh juga gitu (ada guru Bahasa Arab) karena kan biar nambah bahasa juga kan, juga yang kalau sudah tahu bisa ngedalamin lagi," ungkapnya.
Dikatakan Hana, di SRT 2 Medan terdapat beberapa hari khusus untuk menggunakan Bahasa Inggris (English Day). Biasanya dilakukan saat sebelum masuk kelas di pagi hari.
Hana berharap, English Day ini juga bisa diterapkan serupa untuk Bahasa Arab.
"Jadi kalau English Day itu kita bergantian ke depan menjelaskan kegiatan kita pakai Bahasa Inggris. Terus ada menampilkan seni-seni gitu juga. Jadi ada harapan Arab Day juga," ungkapnya.
Hana bercerita awal mula dirinya masuk ke Sekolah Rakyat. Awalnya ia mengaku bingung saat lulus Pesantren dan ingin melanjutkan sekolah.
Anak kelima dari enam bersaudara ini menyebut, saat itu kebutuhan biaya untuk masuk ke SMA sangat tinggi. Sementara kemampuan ekonomi orang tuanya terbatas.
"Waktu itu saya sudah lulus pesantren, tapi mau lanjut sekolah bingung karena biaya juga mahal. Kebetulan waktu itu dari petugas PKH disarankan masuk ke sini, ya kebetulan mama juga mengizinkan, ya sudah masuk ke sini," katanya.
Ayah Hana berjualan susu kedelai keliling untuk menghidupi keluarga. Sementara sang ibu berjualan mie sop.
Hana mengaku senang bisa masuk ke Sekolah Rakyat. Hal ini lantaran dirinya memang anak rumahan dan tidak suka keluar rumah.
"Saya kebetulan anaknya jarang keluar rumah, jadi ya di sini rasanya lebih teratur. Bangun pagi sampai tidur lagi itu sudah ada kegiatannya dan semuanya dilakukan bersama-sama," katanya.
Selain Bahasa Arab, Hana juga memiliki minat di bela diri. Setiap Jumat, ia rutin mengikuti ekstrakurikuler Pencak Silat.
"Kalau kita ada kemauan sih di sini semua didukung gitu. Misalnya buku-buku Bahasa Arabnya ada, terus guru Silat juga ada khusus untuk mengajar kami di Hari Jumat," tuturnya.
Hana mengaku belum tahu akan melanjutkan ke perguruan tinggi atau langsung bekerja setelah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Rakyat.
Ia berharap bisa belajar di Sekolah Rakyat dengan baik dan mengikuti berbagai perlombaan Pencak Silat dan Bahasa Arab.
"Belum tahu (kuliah atau tidak), tapi harapannya bisa sekolah dengan baik. Bisa ikut lomba-lomba juga ke depannya," pungkasnya.
Kekurangan Guru
Kepala SMA dan SD Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Medan, Syahripal Putra mengaku SRT 2 Medan memang masih kekurangan tenaga pengajar.
Menurut Syahripal, tenaga pengajar yang bertugas saat ini masih memakai tenaga yang berasal dari SRT rintisan.
Yakni 17 guru untuk SMA dan 2 guru untuk tingkat SD.
"Kita juga meminta kepada Pemko maupun Pemprov untuk mengadakan guru. Namun memang tentu saja ada guru yang kita belum dapat, yaitu guru agama karena di tingkat Pemprov maupun Pemko sendiri itu kekurangan," kata Syahripal.
Dikatakan Syahripal, untuk mengisi posisi guru-guru yang dibutuhkan ini, bisa melalui kebijakan mandiri sekolah untuk merekrut guru yang kredibel.
"Jadi kita mengambil kebijakan berdasarkan aturan dari Kemensos dan Kemenpan RB, kita boleh mengambil yang memang betul-betul kredibel yang akan nanti di-SK-kan oleh Kemensos juga," ungkapnya.
Menurutnya, saat ini pihak Pemerintah Kota (Pemkot) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) sudah membantu merekrut 3 orang guru untuk SRT 2 Medan. Namun, kata Syahripal, saat ini pihaknya masih kekurangan guru agama.
"Sudah ada bantuan (dari Pemkot dan Pemprov). Sudah ada bantuan sebanyak tiga guru SD, namun tadi saya sampaikan ada guru yang juga di Pemko kekurangan yakni guru agama," pungkasnya.
Simak Video "Video: Momen Paduan Suara Sekolah Rakyat Persembahkan Lagu Hari Merdeka di Istana"
[Gambas:Video 20detik] (afb/afb)
