Ketika mendengar kata fermentasi, hal pertama yang terbesit di pikiran yaitu tahu, tempe, dan yogurt. Padahal proses olahan yang melibatkan mikroorganisme ini sebenarnya sudah ada di meja makan orang Medan sejak lama.
Singkatnya, fermentasi merupakan proses pengolahan makanan yang menggunakan mikroorganisme seperti bakteri, kapang, atau khamir untuk menghasilkan perubahan alami pada makanan. Perubahan ini dapat mempengaruhi rasa, aroma, tekstur, hingga bentuk bahan olahan.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengklasifikasikan olahan fermentasi sebagai olahan yang memanfaatkan mikroorganisme sebagai kultur starter. Lantas, makanan fermentasi apa saja yang sebenarnya sudah akrab di lidah orang Medan?
Makanan Populer di Medan yang Hasil Fermentasi
1. Tauco Medan
Bagi warga Medan, tauco bukanlah olahan yang asing. Pasta yang memiliki cita rasa asam dan asin ini dapat ditemukan di berbagai masakan, termasuk sejumlah hidangan khas Medan.
Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pascapanen Pertanian menyampaikan tauco dibuat dari kedelai yang direbus dan diolah sampai tumbuh kapang atau jamur. Kemudian, hasil fermentasi direndam dengan air garam dan dijemur hingga menghasilkan aroma khas serta berwarna kecoklatan.
2. Bika Ambon
Di balik tekturnya yang berserat dan rongga, terdapat proses fermentasi yang menghasilkan tampilan unik tersebut. Bika ambon dibuat menggunakan bahan-bahan seperti tapioka, telur, gula, santan, terigu, dan ragi, serta melewati proses fermentasi sebelum dipanggang.
Waktu fermentasi dapat mempengaruhi rasa, aroma, dan teksturnya. Jadi, ada rongga-rongga atau sarang yang tampak ketika bika ambon dipotong merupakan proses yang berlangsung sebelum adonan dipanggang.
Simak Video "YoonA SNSD Nyobain Bika Ambon, Enak?"
(astj/astj)