Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan mencatat terdapat peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang tahun 2026. Peningkatan kasus ISPA ini salah satunya disebabkan kualitas udara yang memburuk.
"Ada peningkatan kasus ISPA di Kota Medan yaitu jumlah kasus dari bulan Januari - Agustus 2026 mencapai 196,547 kasus. Ada dua faktor penyebabnya yakni cuaca yang ekstrem seperti siang hari yang panas terik dan sore hari hujan dan kualitas udara yang buruk," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Medan, Shereivia Faradillah saat dikonfirmasi, Jumat (18/9/2026).
Shereivia menyebut, kualitas udara yang buruk di Kota Medan merupakan akibat dari polusi kendaraan serta lingkungan berasap yang berasal dari pembakaran sampah di area rumah penduduk dan merokok di dalam ruangan dan di tempat umum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengimbau agar masyarakat dapat mengurangi aktivitas luar ruangan selama kualitas udara masih buruk.
"Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah saat udara kotor, memakai masker di tempat-tempat umum dan di luar ruangan, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS)," ungkapnya.
Berdasarkan data yang dirangkum Dinkes Medan, kasus ISPA paling banyak menyerang usia dewasa dengan total 65.376 kasus. Disusul usia balita dengan 42.608 kasus, lansia 30.882 kasus, usia anak 29.695 kasus dan usia remaja 27.986 kasus.
Dinkes mencatat sebanyak 10 puskesmas di Kota Medan dengan penanganan kasus ISPA terbanyak. Yakni Puskesmas Helvetia, Puskesmas Desa Binjai, Puskesmas Kedai Durian, Puskesmas Simpang Limun, Puskesmas Amplas, Puskesmas PB Selayang II, Puskesmas Titipapan, Puskesmas Tegal Sari, Puskesmas Glugur Darat, Puskesmas Medan Johor.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Surya mengatakan, curah hujan yang cukup tinggi di Kota Medan menyebabkan paparan asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak seburuk di daerah yang mengalami kemarau panjang.
"Ya syukurnya kan Kota Medan ini selalu diseling-selingi dengan sering hujan. Artinya paparan asap itu juga tidak seperti daerah yang mungkin kemarau," kata Surya.
Surya mengimbau agar masyarakat dapat ikut menjaga kualitas udara dengan tidak membakar sampah dan merokok sembarangan.
"Selain mengurangi kegiatan yang tidak mendesak di luar ruangan, juga ya tetaplah menjaga kualitas udara dengan tidak melakukan pembakaran sampah-sampah rumah tangga. Serta merokok dalam ruangan dan tempat umum itu juga mempengaruhi kualitas udara," pungkasnya.
