DPRD Medan menyoroti anggaran di Dinas Kesehatan menurun pada Perubahan APBD Kota Medan tahun 2026. Anggaran ini menurun dari Rp 1,224 triliun lebih menjadi Rp 1,201 triliun.
"Kami mempertanyakan penurunan anggaran ini sementara pelayanan kesehatan belum maksimal," ujar Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjutak dalam pandangan fraksi terhadap P-APBD Medan tahun 2026 dilihat detikSumut, Kamis (17/9/2026).
Dikatakan Paul, pihaknya menerima beberapa keluhan dari masyarakat terkait pelayanan kesehatan. Termasuk jam operasional Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (pustu).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya dari temuan dan keluhan masyarakat yang kami terima saat pelaksanaan sosialisasi produk hukum daerah maupun reses, warga masyarakat mulai mengeluhkan menurunnya disiplin waktu para tenaga medis dan dokter yang bertugas," katanya.
Selain disiplin waktu yang berkurang, Fraksi PDIP juga menyoroti ketersediaan obat dan alat kesehatan yang sering terlambat didistribusikan. Hal ini menyebabkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terganggu.
"Obat dan alat kesehatan seringkali terlambat pendistribusiannya ke puskesmas-puskesmas terutama di puskesmas pembantu (pustu), sehingga pelayanan yang dirasakan warga masyarakat menjadi berkurang," imbuhnya.
Paul mengatakan, pihaknya juga mempertanyakan alasan penurunan anggaran belanja untuk bidang kesehatan. Pihaknya menilai, kualitas pelayanan kesehatan, alat-alat kesehatan serta tenaga medis dan dokter di puskesmas dan puskesmas pembantu belum maksimal.
"Termasuk Rumah Sakit dr Pirngadi dan Rumah Sakit Haji Bachtiar Djafar masih perlu dibenahi dan dilengkapi," ungkapnya.
Paul menyebut, fraksinya meminta Wali Kota Medan Rico Waas tetap konsisten melakukan pengawasan secara ketat dan menyeluruh ke unit-unit pelayanan kesehatan milik Pemerintah Kota Medan.
Selain itu, Pemkot Medan juga diminta meningkatkan penanganan dan pencegahan stunting khususnya di wilayah Medan Utara.
"Karena banyak kami dapatkan keluhan terkait waktu pelayanan yang tidak maksimal terutama di puskesmas dan puskesmas pembantu yang ada di Kota Medan," pungkasnya.
