Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), masih ditangani tim gabungan hingga saat ini. Hingga kini, sebagian besar titik api berhasil dipadamkan, namun masih terdapat sejumlah lokasi yang belum padam maksimal.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lingga, Oktanius Wirsal mengatakan penanganan karhutla terus dilakukan bersama lintas instansi. Salah satu lokasi yang masih menjadi fokus penanganan berada di Desa Kudung, Kecamatan Lingga Timur.
"Di lokasi Desa Kudung, Kecamatan Lingga Timur masih belum padam," kata Oktanius, Jumat (18/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, tim gabungan telah melakukan penanganan di Desa Kudung selama 19 hari. Pemadaman terkendala kondisi medan dan akses menuju sumber air.
"Di Desa Kudung sudah masuk hari ke-19 tim melakukan penanganan. Kemarin sudah masuk dua alat ekskavator dari PT CSA untuk memotong dan membuat jalan api," ujarnya.
Selain di Desa Kudung, sejumlah titik api juga masih ditemukan di wilayah Sungai Besar, Kecamatan Lingga Utara. Sementara itu, kondisi di Kecamatan Singkep mengalami perkembangan positif setelah hujan lebat turun.
"Hari ini di Kecamatan Singkep hujan lebat dan wilayah yang terbakar di Kecamatan Singkep sudah padam," jelasnya.
Oktanius menyebut berdasarkan data BPBD, akumulasi luas lahan yang terdampak karhutla sejak 14 Agustus hingga 15 September 2026 mencapai sekitar 400 hektare.
Sebaran utama karhutla berada di Kecamatan Singkep Barat, di antaranya Desa Marok Tua dan Kuala Raya, serta Kecamatan Lingga Timur, khususnya Desa Kudung.
Meski sebagian besar api telah berhasil dikendalikan, petugas masih melakukan penyekatan dan pendinginan di sejumlah lokasi yang sulit dijangkau.
"Kendalanya jarak titik sumber air, vegetasi pohon-pohon tinggi, serta alat," katanya.
"Peningkatan status tersebut dilakukan untuk mempercepat mobilisasi bantuan logistik dan dukungan taktis lintas sektor dalam penanganan karhutla," ujarnya.
Pemkab Lingga juga telah mengajukan bantuan operasi udara berupa water bombing atau Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kepada BNPB pada 13 September 2026. Namun, hingga saat ini belum ada informasi lanjutan dari BNPB terkait tindak lanjut permohonan tersebut.
"Dari BNPB masih belum ada informasi tentang tindak lanjut permohonan Bupati," Ujarnya.
Penanganan karhutla melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Damkar, PDAM, aparat kecamatan dan desa, serta masyarakat setempat. Polda Kepri juga menambah 30 personel Brimob untuk memperkuat operasi penanganan karhutla di wilayah terdampak.
"Selain pemadaman, tim gabungan melakukan penyekatan api dan pendinginan untuk mencegah api kembali meluas," ujarnya.
Oktanius mengatakan aspek kesehatan petugas di lapangan juga menjadi perhatian. Tim Dokkes Polres Lingga bersama Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan berkala terhadap personel yang terlibat dalam penanganan karhutla.
"Petugas juga mendapat tambahan vitamin dan masker medis untuk mendukung kondisi kesehatan selama berada di lokasi kebakaran," ujarnya.
"Pemkab Lingga berharap dukungan lintas instansi dan kondisi cuaca yang mulai turun hujan dapat membantu mempercepat penanganan karhutla di wilayah yang masih terbakar," tambahnya.
Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
[Gambas:Video 20detik] (mjy/mjy)
