Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), hari ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan sebaran asap dari titik panas atau hotspot di wilayah Lingga dan Sumatera bagian selatan.
Forecaster BMKG Hang Nadim, Ibnu Susilo, mengatakan berdasarkan citra satelit terpantau adanya sejumlah hotspot di wilayah tersebut. Kondisi angin turut mendukung pergerakan asap menuju Batam.
"Berdasarkan citra satelit hotspot, di wilayah Lingga dan Sumatera bagian Selatan terdapat hotspot. Sehingga arah angin yang berhembus dari arah Tenggara mendukung sebaran asap hingga ke Pulau Batam," kata Ibnu, Senin (14/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi tersebut juga berdampak terhadap jarak pandang di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Saat ini jarak pandang di wilayah bandara tercatat sekitar 3.500 meter.
Ibnu menyebut kabut asap tersebut sudah berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Batam.
"Ya, sudah berdampak," ujarnya.
BMKG memprediksi potensi sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih perlu diwaspadai dalam beberapa waktu ke depan. Kondisi tersebut diperkirakan dapat berlangsung hingga September sampai pertengahan Oktober 2026.
"Berdasarkan prakiraan BMKG, potensi sebaran asap dan munculnya titik hotspot akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diprediksi masih akan bertahan dan perlu diwaspadai hingga bulan September sampai pertengahan Oktober 2026," jelasnya.
BMKG mengimbau masyarakat membatasi kegiatan di luar ruangan selama kondisi kabut asap berlangsung. Masyarakat juga diminta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.
Selain itu, masyarakat diimbau rutin memeriksa kondisi kesehatan dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan pernapasan. Menjaga pola hidup sehat serta mencukupi kebutuhan air juga penting untuk mencegah dehidrasi.
"Jarak pandang yang terbatas akibat asap pekat dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Perkuat kewaspadaan dan kurangi kecepatan berkendara," ujarnya.
(Alamudin Hamapu/Kontributor Kepri)
