Benarkah Konsumsi Es Baik untuk Orang yang Sakit? Ini Fakta Sebenarnya

Nency Siagian - detikSumut
Kamis, 17 Sep 2026 20:44 WIB
Foto: (Thinkstock)
Medan -

Saat sedang sakit, banyak orang biasanya lebih berhati-hati dalam memilih makanan dan minuman. Ada yang memilih minum air hangat karena dianggap lebih aman, tetapi ada juga yang tetap ingin menikmati minuman dingin atau es.

Dari sini muncul pertanyaan, sebenarnya mengonsumsi es saat sedang sakit boleh atau tidak? Anggapan bahwa es selalu membuat sakit semakin parah ternyata tidak sepenuhnya benar.

Kondisinya bisa berbeda-beda, tergantung jenis sakit dan bagaimana tubuh seseorang merespons suhu dingin. Pada dasarnya, mengonsumsi es tidak secara langsung membuat suhu tubuh seseorang menjadi turun drastis atau membuat penyakit semakin parah.

Melansir dari RUSH, hipotalamus merupakan bagian otak yang berperan penting dalam mengatur suhu tubuh. Bagian ini bekerja bersama berbagai sistem tubuh, seperti kulit, kelenjar keringat dan pembuluh darah, untuk menjaga suhu tubuh tetap berada dalam kondisi yang stabil. Karena itu, tubuh memiliki sistem pengaturan suhu sendiri ketika menghadapi kondisi panas maupun dingin.

Ketika tubuh merasa kepanasan, setelah melakukan aktivitas berat, sistem pengatur suhu akan membantu tubuh mengeluarkan panas, salah satunya melalui keringat. Sebaliknya, ketika tubuh merasa kedinginan, tubuh dapat memberikan respons seperti menggigil.

Jadi, masuknya minuman atau makanan dingin tidak serta-merta membuat suhu tubuh berubah secara drastis karena tubuh akan berusaha mempertahankan suhu internalnya. Namun, bukan berarti es selalu menjadi pilihan yang nyaman ketika sedang sakit.

Pada orang yang mengalami sakit tenggorokan, makanan atau minuman dingin justru bisa memberikan rasa lega sementara. RUSH bahkan menyebutkan bahwa makanan dingin seperti es loli, makanan penutup dingin, atau es batu yang dibiarkan mencair di mulut dapat membantu menenangkan tenggorokan yang terasa sakit.

Di sisi lain, ada juga orang yang merasa tenggorokannya semakin tidak nyaman setelah mengonsumsi sesuatu yang dingin. Hal ini membuat pilihan antara minuman dingin atau hangat sebenarnya bisa kembali pada kondisi dan kenyamanan masing-masing.

Jika minuman dingin terasa membuat tenggorokan lebih nyaman, tidak selalu ada alasan untuk menghindarinya hanya karena sedang sakit. Yang lebih penting saat sedang sakit adalah memastikan tubuh tetap mendapatkan cukup cairan.
Terutama ketika seseorang mengalami demam, muntah, atau diare, tubuh dapat kehilangan lebih banyak cairan dan elektrolit.



Simak Video "Indonesia Sehat Dimulai dari Kita"


(astj/astj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork