Kualitas Udara Masih Tak Sehat, Pemkot Pekanbaru Perpanjang PJJ Sehari

Riau

Kualitas Udara Masih Tak Sehat, Pemkot Pekanbaru Perpanjang PJJ Sehari

Raja Adil Siregar - detikSumut
Selasa, 08 Sep 2026 21:39 WIB
Pemkot Pekanbaru terapkan Pembelajaran Jarak Jauh untuk PAUD hingga SMP. (dok.istimewa)
Foto: Ilustrasi. Pemkot Pekanbaru terapkan Pembelajaran Jarak Jauh untuk PAUD hingga SMP. (dok.istimewa)
Pekanbaru -

Kondisi kualitas udara di Kota Pekanbaru hingga Selasa (8/9) belum ada perubahan dibandingkan hari sebelumnya. Demi kesehatan dan keselamatan pelajar, Pemerintah Kota Pekanbaru memutuskan memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama 1 hari pada Rabu (9/9/2026).

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho mengatakan keputusan tersebut merupakan langkah kehati-hatian. Terutama setelah mempertimbangkan perkembangan kualitas udara serta laporan kesehatan masyarakat.

"Kualitas udara masih relatif sama. Karena itu, PJJ kita perpanjang satu hari. Keputusan ini bukan untuk membuat masyarakat khawatir, tetapi sebagai langkah kehati-hatian karena kesehatan dan keselamatan anak-anak harus kita utamakan," ujar Agung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan laporan layanan kesehatan, tercatat 3.056 kasus gangguan kesehatan selama periode kabut asap. Sebanyak 2.751 di antaranya merupakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), sedangkan lainnya meliputi konjungtivitis, iritasi kulit, dan asma. Penambahan pasien tercatat rata-rata sekitar 220 orang per hari, dengan tren peningkatan mencapai 91 persen.

Berdasarkan laporan BMKG, saat ini terpantau 72 titik panas di wilayah Riau. BMKG juga menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan arah angin, kondisi udara Pekanbaru turut dipengaruhi oleh sebaran asap dari berbagai wilayah, baik dari dalam Provinsi Riau maupun dari luar provinsi, termasuk Sumatera Selatan, Jambi, dan daerah sekitarnya.

ADVERTISEMENT

Di tengah kondisi tersebut, terdapat harapan kualitas udara dapat segera membaik. BMKG memprakirakan potensi hujan mulai muncul pada 9 hingga 11 September, dengan peluang dan intensitas yang diperkirakan semakin meningkat pada 11 September.

"Kita berharap hujan benar-benar turun sesuai prakiraan BMKG. Mudah-mudahan dapat membantu menurunkan konsentrasi PM2.5 sehingga udara Pekanbaru kembali lebih sehat dan aktivitas masyarakat, terutama anak-anak, dapat kembali berjalan normal," katanya.

Pemkot juga memahami adanya kendala jaringan listrik akibat pemeliharaan yang dilakukan PLN di sejumlah wilayah. Karena itu, sekolah dan tenaga pendidik diminta menyesuaikan pelaksanaan PJJ secara fleksibel, tetap bermakna, serta tidak memberikan tugas yang membebani anak-anak maupun orang tua.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal segera menerbitkan surat resmi mengenai perpanjangan PJJ tersebut. Sementara itu, perkembangan kualitas udara, cuaca, titik panas, dan kondisi kesehatan masyarakat akan terus dipantau secara berkala bersama instansi terkait.

Pembelajaran tatap muka ditargetkan kembali dimulai pada Kamis (10/9/2026), dengan tetap mempertimbangkan hasil pemantauan kualitas udara terbaru.

"Kami memohon pengertian dan dukungan para orang tua. PJJ bukan berarti libur, tetapi penyesuaian sementara agar anak-anak tetap belajar dengan aman. Mari kita sama-sama berdoa semoga hujan segera turun dan kualitas udara Pekanbaru kembali membaik," tutup Agung.



(ras/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads