Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho telah merotasi sejumlah jabatan dalam mendukung program kerjanya di lapangan. Bahkan, Agung memberikan ultimatum bagi anak buah yang tak mau bekerja serius untuk masyarakat.
Ketegasan disampaikan Agung di sela-sela kegiatan di Pekanbaru. Khususnya setelah pelantikan pejabat lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru hingga sejumlah lurah dari berbagai wilayah.
Bagi Agung, tak perlu menunggu hingga 2 tahun untuk melihat kinerja dalam jabatan. Proses evaluasi kinerja para abdi negara tersebut bakal digedor habis-habisan setiap enam bulan sekali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penerapan sistem manajemen talenta baru menjadi modal utama Pemkot Pekanbaru dalam menyaring pejabat yang benar-benar mau bekerja keras untuk masyarakat. Selain itu, ukuran keberhasilan seorang pejabat sangat sederhana, kerja nyata dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat luas.
"Kunci bagi saya, kerja itu bukan tentang cari muka. Tapi hasil yang saya butuhkan," tegas Agung, Senin (27/7/2026).
Sikap percaya diri Wali Kota bukan tanpa alasan. Agung mengklaim memiliki jaringan informasi yang jauh lebih canggih dan luas dibanding sekadar laporan formal dari tingkat kelurahan.
Itulah yang menjadi dasar evaluasi selain laporan semata. Segala bentuk kebiasaan buruk pejabat mulai dari malas ngantor hingga enggan turun ke masyarakat akan langsung terpantau radar kepemimpinan bersama Wakilnya, Markarius Anwar.
Tidak ada alasan bagi lurah atau kepala seksi untuk malas-malasan turun ke masyarakat. Pasalnya, jajaran pucuk pimpinan Pemko Pekanbaru sendiri rutin blusukan ke lapangan demi menyerap aspirasi dan menyelesaikan kendala warga secara langsung.
Langkah gebrakan ini bukan sekadar ancaman di atas kertas. Pembuktian awal sudah ditunjukkan Agung pada Jumat (24/7) lalu, saat ia merombak jajaran pejabat dengan melantik 39 pejabat pengawas baru di Gedung Utama Komplek Perkantoran Pemko Pekanbaru, Tenayan Raya. Rotasi massal ini menyasar deretan kepala seksi, kepala subbagian, hingga lurah.
"Melalui perombakan berkala dan evaluasi ketat tiap semester ini, saya berharap tercipta iklim kerja yang harmonis namun tetap kompetitif. Para pejabat kini dituntut terus berinovasi dan melahirkan program-program segar yang langsung menyentuh denyut nadi kehidupan warga Kota Bertuah. Kalau tidak bisa, kita evaluasi," kata Agung.
