Guru SD di Medan yang Diduga Lakukan Kekerasan Terhadap Siswa Mengundurkan Diri

Guru SD di Medan yang Diduga Lakukan Kekerasan Terhadap Siswa Mengundurkan Diri

Rechtin Hani Ritonga - detikSumut
Rabu, 02 Sep 2026 14:30 WIB
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan, Mujiono.
Foto: Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan, Mujiono. (Rechtin Hani Ritonga/detikSumut)
Medan -

Guru SD Negeri 060807 Medan berinisial DAL yang diduga melakukan kekerasan terhadap sejumlah siswa memutuskan untuk mengundurkan diri. Hal itu dilakukan usai dilaporkan orang tua siswa ke Dinas Pendidikan (Disdik) Medan.

DAL diadukan karena diduga melakukan kekerasan kepada siswa yang tidak menyelesaikan pekerjaan rumah (PR).

"Informasi terakhir yang kami dapat guru tersebut sudah resign, mengundurkan diri. Dari kemarin, semenjak kejadian itu, kita perintahkan jangan ngajar dulu, dikasih piket saja. Namun yang bersangkutan mau resign, sehingga membuat surat pernyataan pengunduran diri. Jadi bukan kita yang memaksa," ujar Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdik Medan, Mujiono saat dikonfirmasi, Rabu (2/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mujiono mengatakan, Disdik Medan telah memanggil pihak sekolah dan orang tua siswa untuk mediasi pada Selasa (1/9/2026) lalu. Namun, kata Muji, orang tua siswa tidak menghadiri pertemuan tersebut.

"Sudah kita panggil semuanya untuk mediasi. Namun orangtua memilih untuk tidak mau datang. Sudah dibilang, sudah ditelepon juga orang tua, sudah kita panggilkan Kepala Sekolah dan wali-wali kelas, namun tetap tidak mau hadir mereka," ungkap Muji.

ADVERTISEMENT

Namun, Mujiono mengaku, orang tua siswa sudah memaafkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, saat ini situasi kegiatan belajar mengajar di SDN 060807 Medan sudah kembali normal.

"Orangtua sudah memaafkan. Sudah normal semua, cuma karena dari segi administrasi, kepala sekolah kan harus kita tegur juga melalui surat peringatan (SP) supaya enggak terjadi lagi hal-hal seperti ini kan," katanya.

Menurut Mujiono, saat dimintai keterangan, kepala sekolah membantah adanya pemukulan dengan tangan oleh guru tersebut. Namun, pemukulan dilakukan dengan menggunakan buku dan hukuman berupa squat jump.

"Kepala sekolah mengatakan hanya dipukul bahu dengan buku. Tapi sekarang memang tidak boleh lagi ada hukuman-hukuman fisik model begitu. Karena kalau tidak mengerjakan PR seharusnya dibina dengan baik-baik, bukan dipukul," kata Mujiono.

Ia mengaku menyesalkan DAL harus mengundurkan diri lantaran guru tersebut masih berstatus honorer. Untuk itu, Mujiono menyebut pihaknya meminta agar kepala sekolah membuat pernyataan bahwa DAL murni mengundurkan diri karena keinginan sendiri.

"Ya kita sebenarnya kasihan dan tidak ingin dia sampai kehilangan pekerjaan. Makanya kita minta kepsek untuk membuat pernyataan, nanti dipikir kita memaksa. Kita tidak ada memaksa, itu murni kemauan sendiri yang bersangkutan," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan orang tua siswa mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Medan untuk melaporkan guru yang diduga melakukan kekerasan kepada siswa.

Dari amatan detikSumut di kantor Disdikbud Medan pada Rabu (26/8/2026) puluhan orang tua siswa datang bersama anak-anak SD yang masih menggunakan seragam.

Mereka diminta menuliskan kronologi kejadian oleh petugas di ruangan pelayanan PAUD, SD dan SMP.

"Tadi bapak dan ibu perwakilan orang tua dan siswa dari SD Negeri 060807 mengadu tentang ada kejadian terhadap siswa yang terjadi di SD tersebut. Jadi, Dinas Pendidikan tadi juga sudah memfasilitasi orang tua dan anak-anak tentang kejadian di sekolah tersebut," ujar Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdik Medan, Mujiono saat diwawancarai, Rabu (26/8/2026).

Mujiono mengatakan, laporan orang tua siswa tersebut berupa pemukulan dan hukuman fisik berlebihan yang diberikan kepada 10 orang siswa. Hukuman ini, kata Mujiono, diberikan lantaran siswa tidak mengerjakan PR.

"Tadi mereka melaporkan bahwa terjadi semacam pemukulan terhadap anak-anak karena alasannya tidak mengerjakan PR. Dan itu tidak menjadi alasan, karena sekolah ini kan sekolah ramah anak," kata Mujiono.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Mengunjungi Keindahan Mata Air Bah Tio, Sumatera Utara "
[Gambas:Video 20detik] (mjy/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads