Jerawat tidak hanya muncul di wajah, tetapi juga bisa tumbuh di berbagai bagian tubuh, termasuk leher. Lantas, apa penyebab jerawat di leher? Berikut beberapa faktor yang perlu diketahui.
Melansir Wolipop, jerawat adalah kondisi kulit yang paling umum di dunia. Siapa saja bisa mengalami jerawat di wajah, juga bisa mengalami jerawat di badan, termasuk di area leher.
Jerawat di leher bisa datang dan pergi, namun beberapa orang mengalami jerawat kronis hingga dewasa. Kunjungi dokter kulit, dan mereka bakal bisa mendiagnosis jenis jerawat tertentu sebelum memutuskan pengobatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jerawat di Leher karena Apa?
Memahami penyebab munculnya jerawat merupakan langkah awal untuk menentukan perawatan yang tepat. Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko munculnya jerawat di area leher.
Jerawat terbentuk karena pori-pori di kulit menjadi tersumbat. Pori-pori minyak, yang dikenal sebagai folikel rambut, mengandung sebum yang diproduksi oleh kelenjar sebaceous. Sebaliknya, pori-pori keringat tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.
Pori-pori di bagian belakang leher menyebabkan masalah. Dengan cara yang hampir sama dengan bentuk jerawat wajah, jerawat leher terjadi karena pori-pori tersumbat oleh bakteri, sel kulit mati, dan produksi sebum yang berlebihan. Begitu pori-pori tersumbat, infeksi dapat terjadi, itulah sebabnya jerawat menjadi merah dan meradang.
Berikut adalah beberapa penyebab jerawat di leher:
1. Jenis Kulit
Beberapa jenis kulit bisa menghasilkan lebih banyak sebum daripada yang lain. Orang dengan kulit berminyak secara alami lebih rentan berjerawat. Tak ada cara untuk mengubah jenis kulit seseorang. Sejumlah orang mungkin memerlukan intervensi medis bila mereka punya kulit yang sangat berminyak.
2. Produk Komedogenik
Definisi "comedogenic" pada dasarnya yaitu penyumbatan pori. Tabir surya, riasan, dan topikal lainnya bisa menyumbat pori-pori. Setelah pori-pori tersumbat, minyak, keringat, dan sel kulit mati dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri penyebab jerawat.
3. Iritasi Kulit
Kulit yang teriritasi dan rusak juga bisa menyebabkan jerawat. Perawatan keras seperti exfoliant atau chemical peeling bisa meningkatkan risiko breakout. Produk yang mengandung alkohol dan bahan kimia pengering kulit lainnya dapat menghilangkan kelembapan alami kulit.
4. Jorok
Seseorang yang mengalami jerawat di leher mungkin penyebabnya yakni kebersihan yang buruk. Banyak orang mencuci muka, namun lalai mencuci leher. Mencuci wajah dan leher setiap pagi dan atau sore hari sangat penting untuk mempraktikkan perawatan kulit yang baik.
5. Fluktuasi Hormon
Hormon juga bisa berperan dalam perkembangan jerawat. Wanita sering melaporkan gejala jerawat yang memburuk pada hari-hari menjelang siklus bulanan mereka.
Secara total, 85% wanita dengan jerawatmengatakan gejala mereka memburuk selama periode ini. Fluktuasi hormon menjadi alasan mengapa remaja adalah kelompok dengan prevalensi tertinggi dari semua jenis jerawat.
6. Stres
Stres bukanlah penyebab langsung jerawat, namun bisa berperan sebagai faktor penyebabnya. Para ilmuwan percaya bahwa stres menyebabkan kulit memproduksi lebih banyak minyak melalui kelenjar sebasea.
Stres meningkatkan produksi kortisol, yang bertanggung jawab atas kelebihan produksi sebum. Diketahui bahwa stres menciptakan peradangan, yang dapat memperlambat proses penyembuhan dan menyebabkan jerawatbertahan lebih lama.
7. Pakaian dan Rambut Panjang
Penyebab jerawat di leher bisa dipengaruhi dengan kebiasaan beraktivitas seperti memakai produk yang mungkin menghalangi minyak di kulit, seperti pelembab, riasan, tabir surya, atau bahkan produk rambut. Selain itu, mengenakan pakaian atau peralatan yang menggosok leher, dan memiliki rambut panjang yang bergesekan dengan leher juga bisa memicu timbulnya jerawat di leher
(dhm/dhm)
