Benarkan Munculnya Uban Tanda Tubuh Tengah Melawan Kanker?

Benarkan Munculnya Uban Tanda Tubuh Tengah Melawan Kanker?

Khadijah Nur Azizah - detikSumut
Senin, 31 Agu 2026 06:00 WIB
Ilustrasi uban atau rambut beruban
Foto: Getty Images/iStockphoto/Manuel-F-O
Jakarta -

Belakangan, muncul anggapan bahwa rambut yang mulai memutih atau beruban merupakan tanda tubuh sedang menjalankan mekanisme alami untuk melawan kanker. Namun, benarkah klaim tersebut dari sisi medis?

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr. Yenny Rachmawati, M.Biomed, menegaskan anggapan itu tidak tepat. Menurutnya, kemunculan uban tidak dapat dijadikan indikator bahwa sistem imun sedang bekerja melindungi tubuh dari pertumbuhan sel kanker.

"Uban bukan berarti tubuh secara aktif melawan kanker. Warna rambut tidak dapat digunakan sebagai penanda untuk memperkirakan risiko kanker seseorang," tegas dr Yenny dikutip detikHealth dari laman IPB University, Minggu (30/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berawal dari Studi tentang Kerusakan DNA

Menurut dr. Yenny, anggapan tersebut kemungkinan muncul dari hasil sebuah penelitian eksperimental pada 2025 yang mengkaji kerusakan DNA pada sel punca melanosit. Sel tersebut merupakan sel yang berperan menghasilkan pigmen melanin di folikel rambut.

Dalam percobaan menggunakan tikus laboratorium, sel punca melanosit yang mengalami kerusakan DNA diketahui dapat mengambil dua jalur respons berbeda.

ADVERTISEMENT

Pada jalur pertama, sel mengalami proses penuaan yang menyebabkan fungsi atau jumlah sel berkurang. Kondisi tersebut kemudian membuat rambut tumbuh dengan sedikit atau tanpa pigmen sehingga tampak putih maupun abu-abu.

Sementara pada kondisi lain, terutama ketika terpapar zat yang bersifat karsinogenik, sel justru dapat bertahan dan berpotensi berkembang menjadi lesi melanositik yang berkaitan dengan risiko munculnya kanker kulit melanoma.

Meski demikian, dr. Yenny menekankan bahwa temuan tersebut belum dapat diartikan bahwa uban berkaitan langsung dengan perlindungan terhadap kanker. Hingga saat ini, belum terdapat bukti epidemiologis pada manusia yang menunjukkan bahwa orang yang lebih cepat beruban memiliki risiko melanoma maupun kanker lainnya yang lebih rendah.

Dengan demikian, seseorang yang mengalami uban di usia muda tidak serta-merta memiliki kekebalan terhadap kanker. Sebaliknya, orang yang rambutnya belum memutih juga tidak otomatis mempunyai risiko kanker yang lebih tinggi.

Faktor yang Memengaruhi Munculnya Uban

Dr. Yenny menjelaskan bahwa proses pemutihan rambut dapat dipengaruhi berbagai faktor, baik yang berasal dari dalam tubuh maupun lingkungan.

Faktor alami, seperti pertambahan usia dan riwayat genetik keluarga, menjadi salah satu penyebab utama munculnya uban. Selain itu, gaya hidup dan faktor lingkungan, termasuk paparan polusi, kebiasaan merokok, serta stres oksidatif, juga dapat berperan dalam mempercepat proses tersebut.

Tekanan psikologis yang berat turut disebut dapat memengaruhi kemunculan uban. Stres dapat mengaktifkan sistem saraf simpatis yang kemudian mempercepat berkurangnya sel punca melanosit.

Selain faktor-faktor tersebut, uban yang muncul lebih awal juga dapat berkaitan dengan kondisi medis maupun kekurangan nutrisi. Beberapa kondisi yang perlu diperhatikan antara lain kekurangan vitamin B12, defisiensi zat besi, gangguan tiroid, hingga penyakit autoimun.



(nkm/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads