Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Direktorat Jenderal Ekosistem Digital memperkuat aktivasi Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) Banda Aceh. GSIH dikembangkan sebagai wadah yang mempertemukan berbagai unsur ekosistem digital untuk bertukar pengetahuan, pengalaman, dan jejaring.
Kegiatan GSIH di Banda Aceh berlangsung di Command Center Diskominfotik, Rabu (26/8/2026). Sebagai bagian dari momentum peluncuran serentak jaringan GSIH, kegiatan di ibu kota Provinsi Aceh terhubung secara daring dengan rangkaian utama yang berlangsung di Biomedical Campus, BSD City.
Keterhubungan itu disebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses dan jejaring bagi talenta serta pelaku inovasi di daerah. Di Banda Aceh, kehadiran GSIH membuka kesempatan bagi talenta, komunitas, startup, akademisi, perguruan tinggi, dan pelaku industri untuk saling mengenal serta menemukan peluang pengembangan bersama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mempercepat transformasi digital sehingga GSIH diharapkan dapat menjadi ruang kerja bersama mengingat proses pertumbuhan digital oleh para pelaku di bidang masih berjalan sendiri-sendiri.
"Garuda Spark ini kita lahirkan untuk membentuk satu ruang kerja bersama dari seluruh elemen. Karena dalam rangka meningkatkan kekuatan kita untuk transformasi digital, keseluruhan elemen ini harus duduk bersama dalam satu ruang bersama," kata Meutya dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).
Melalui community meetup, interaksi antar pelaku ekosistem menjadi bagian penting dalam membangun koneksi yang lebih dekat. Pertemuan tersebut dapat menjadi ruang untuk berbagi perspektif, memperkenalkan gagasan, dan menemukan potensi kerja sama yang sesuai dengan keahlian maupun kebutuhan masing-masing.
Kegiatan tersebut turut melibatkan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh, Edi Yandra serta Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Ir. Jalaluddin. Sejumlah komunitas penggerak ekosistem digital turut hadir untuk memperkuat interaksi dan pertukaran gagasan dalam rangkaian aktivasi GSIH di Banda Aceh.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital, Edwin Hidayat Abdullah mengatakan, GSIH hadir untuk membuka akses yang lebih merata terhadap pengetahuan, talenta, jejaring, modal, dan pasar sehingga peluang untuk mengembangkan inovasi dapat dirasakan oleh lebih banyak pelaku di berbagai daerah.
"Garuda Spark hadir untuk menjadikan teknologi sebagai jembatan yang buka akses lebih merata terhadap pengetahuan teknologi, talenta, networks, capital, dan juga market. Sehingga inovasi tidak menjadi privilege sedikit orang atau kota besar, tapi menjadi peluang bagi seluruh Indonesia," jelas Edwin.
Melalui GSIH Banda Aceh, Komdigi mendorong penguatan potensi lokal dengan mempertemukan talenta, komunitas, akademisi, startup, industri, dan pemerintah dalam ekosistem yang saling mendukung. Keterhubungan tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi pengembangan gagasan dan inovasi dari daerah agar memiliki manfaat yang lebih luas.
"Kehadiran GSIH juga diharapkan dapat menjadi awal dari hubungan yang berkelanjutan. Jejaring yang terbentuk melalui pertemuan dan aktivitas bersama dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan berbagi pengetahuan, pengembangan kapasitas, maupun kolaborasi lintas sektor sesuai kebutuhan ekosistem digital Banda Aceh," jelas Edwin.
Simak Video "Melanjutkan Visi Habibie, IIFTIHAR Dorong Inovasi Dunia Muslim"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
