Asap Karhutla di Pontianak Makin Pekat, Ortu Was-was Minta Sekolah Diliburkan

Asap Karhutla di Pontianak Makin Pekat, Ortu Was-was Minta Sekolah Diliburkan

Antara - detikSumut
Jumat, 21 Agu 2026 12:40 WIB
Sejumlah pengendara motor melintasi jalan yang diselimuti kabut asap di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (5/3/2026). Berdasarkan pantauan BMKG Kalbar menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar per 4 Maret 2026, terdeteksi 206 titik panas akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah kabupaten di Kalimantan Barat, yaitu antara lain Mempawah, Ketapang, Bengkayang, Sambas, Kubu Raya, serta Pontianak. ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/foc.
Kabut asap Karhutla di Pontianak (Foto: ANTARA FOTO/Jessica Wuysang)
Pontianak -

Asap yang muncul akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), semakin pekat. Orang tua (ortu) murid mulai was-was dan meminta agar sekolah diliburkan.

"Dalam tiga hari ini asap mulai pekat. Hari ini juga. Sebelumnya sempat libur, sudah masuk lagi. Kalau kondisi mulai pekat lagi, saya berharap kembali sekolah diliburkan atau belajar dari rumah saja secara daring," kata satu orang tua murid siswa kelas 2, MIN 4 Pontianak, Rahmawati di Pontianak, dikutip detikNews dari Antara, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya udara yang tidak baik yang diselimuti asap berpotensi membuat anak terkena infeksi saluran pernapasan akut dan penyakit lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita tahu anak-anak di sekolah pasti bermain di luar dan belum mengerti betul asap itu berbahaya. Jadi kami harap Pemerintah Kota Pontianak melalui dinas terkait mengeluarkan kebijakan untuk sementara bisa meliburkan atau belajar secara daring, " harap dia.

ADVERTISEMENT

Pada Agustus 2026, kabut asap mulai melanda sejumlah daerah di Kalbar termasuk di Kota Pontianak. Kabut asap dampak dari kebakaran lahan di sejumlah daerah.

Sebanyak 3.759 titik panas terdeteksi di wilayah Kalimantan Barat berdasarkan pemantauan pada 20 Agustus 2026 pukul 00.00 hingga 23.00 WIB.

Data yang bersumber dari BPBD Provinsi Kalimantan Barat berdasarkan pemantauan BMKG tersebut menunjukkan, dari total titik panas yang terdeteksi, sebanyak 224 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi, 3.389 titik kepercayaan menengah, dan 146 titik kepercayaan rendah.

Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni mencapai 1.795 titik. Selanjutnya Sanggau sebanyak 466 titik, Landak 268 titik, Kubu Raya 254 titik, Kayong Utara 200 titik, dan Melawi 190 titik.

Kemudian Sekadau tercatat 150 titik, Kapuas Hulu 126 titik, Sintang 111 titik, Bengkayang 95 titik, Sambas 59 titik, Mempawah 44 titik, serta Singkawang 1 titik. Sementara itu, Kota Pontianak tidak terdeteksi titik panas pada periode pemantauan tersebut.

Deteksi titik panas dilakukan menggunakan sensor VIIRS dan MODIS yang terpasang pada sejumlah satelit, yakni NOAA-20, S-NPP, Terra, dan Aqua. Satelit tersebut mendeteksi adanya anomali suhu panas dibandingkan kondisi di sekitarnya.

Sedangkan untuk kualitas udara di Kota Pontianak terpantau berada pada kondisi yang sangat buruk. Berdasarkan data IQAir, indeks kualitas udara (AQI⁺ US) Pontianak mencapai 491 pada pukul 09.00 WIB, Kamis, 21 Agustus 2026.


Angka tersebut masuk dalam kategori 'berbahaya' (Hazardous). Pada kondisi seperti ini, kualitas udara tidak hanya menjadi perhatian bagi kelompok rentan, tetapi berpotensi memberikan dampak kesehatan bagi masyarakat secara umum.

Dalam data IQAir tersebut, PM2.5 menjadi polutan utama dengan konsentrasi mencapai 321 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

PM2.5 merupakan partikel polusi berukuran sangat kecil yang dapat terhirup hingga masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan terhadap partikel halus dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan berdampak pada kesehatan jantung.

Data pada layar IQAir juga menunjukkan kondisi cuaca di Pontianak saat itu berada pada suhu sekitar 31 derajat Celsius, dengan kecepatan angin 8 kilometer per jam dan kelembapan 51 persen.

Sementara itu, prakiraan per jam yang ditampilkan IQAir menunjukkan angka AQI masih berada pada level sangat tinggi, meskipun diperkirakan menurun secara bertahap. Pada pukul 10.00 WIB, AQI diperkirakan berada di angka 466, kemudian 440 pada pukul 11.00, 413 pada pukul 12.00, 385 pada pukul 13.00, dan 358 pada pukul 14.00 WIB.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads