Ingin Cegah Pikun-Tingkatkan Daya Ingat, Coba Lakukan Olahraga Ini

Elmy Tasya Khairally - detikSumut
Selasa, 18 Agu 2026 06:00 WIB
Foto: Ilustrasi otak. (thinkstock)
Jakarta -

Salah satu upaya untuk menjaga kesehatan otak adalah dengan melakukan aktivitas fisik. Olahraga, selain bermanfaat bagi tubuh juga dapat membantu mempertahankan fungsi otak dan menurunkan risiko penurunan kognitif seiring bertambahnya usia.

Sebuah studi menunjukkan, melakukan olahraga tertentu ternyata bisa membantu meningkatkan kemampuan kognitif seseorang. Bahkan beberapa saat setelah olahraga tersebut dilakukan.

Olahraga HIIT Bisa Bantu Cegah Pikun

Dilansir detikHealth, para peneliti dari Universitas Queensland di Australia ingin meneliti bagaimana tetap aktif bisa mencegah demensia. Dan juga seberapa banyak olahraga yang dibutuhkan untuk membuat perbedaan pada penurunan kognitif.

Penelitian yang dituangkan dalam jurnal Aging and Disease pada tahun 2025 ini menemukan bahwa melakukan latihan interval intensitas tinggi (HIIT) selama setengah tahun tampaknya mencapai ambang batas untuk meningkatkan fungsi otak dan mempertahankan ketajaman kognitif di tahun-tahun berikutnya.

"Enam bulan latihan interval intensitas tinggi sudah cukup untuk mengaktifkan perubahan," kata ahli saraf dari Universitas Queensland, Perry Bartlett.

Dalam penelitian tersebut, sebanyak 151 peserta berusia 65-85 tahun dibagi menjadi tiga kelompok latihan selama enam bulan. Ketiga kelompok itu masing-masing melakukan latihan intensitas rendah, seperti peregangan, latihan intensitas sedang, seperti berjalan di treadmill, serta latihan intensitas tinggi, seperti sepeda statis.

Para peneliti mampu mengukur perubahan di otak dengan menggunakan kombinasi pemindaian otak dan sampel darah. Hasilnya hanya kelompok yang melakukan HIIT-lah yang menunjukkan tanda-tanda peningkatan kognitif segera setelah latihan dan dalam waktu lama.

"Kami menindaklanjuti mereka lima tahun setelah program tersebut dan luar biasanya mereka masih mengalami peningkatan kognisi, meskipun mereka tidak melanjutkan latihan-latihan tersebut," kata ahli saraf Daniel Blackmore dari Universitas Queensland.

Selain itu, dalam kesempatan ini tim peneliti juga ingin melihat bagaimana faktor genetik memengaruhi hubungan ini di seluruh kelompok orang yang lebih besar. Setiap orang berbeda terhadap olahraga, sehingga dalam beberapa kasus HIIT mungkin tidak membantu.



Simak Video "Video: Kesepian Ternyata Tingkatkan Risiko Pikun"


(mjy/mjy)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork