Mengenal 5 Hewan Paling Pintar di Dunia Selain Simpanse

Mengenal 5 Hewan Paling Pintar di Dunia Selain Simpanse

Elmy Tasya Khairally - detikSumut
Kamis, 25 Jun 2026 08:00 WIB
Senyuman lumba-lumba
Foto: CNN
Meda -

Ketika berbicara tentang hewan paling cerdas, simpanse sering kali menjadi nama pertama yang terlintas di benak banyak orang. Namun, kemampuan berpikir dan memecahkan masalah ternyata tidak hanya dimiliki oleh primata tersebut.

Dikutip detikHealth, sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature pada tahun 2014 menunjukkan tingkat kecerdasan yang luar biasa, mulai dari mampu menggunakan alat hingga berkomunikasi dengan cara yang kompleks. Kehebatan hewan tersebut bahkan telah menarik perhatian para ilmuwan yang terus meneliti perilaku dan kemampuan kognitif berbagai spesies.

Dalam beberapa permainan yang menguji otak dan memori tertentu, simpanse bahkan mampu mengungguli manusia. Selain simpanse, ada banyak hewan lain yang juga memiliki tingkat kecerdasan tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu hewan apa saja yang masuk dalam daftar paling pintar di dunia selain simpanse? Berikut ulasannya.

5 Hewan dengan Kecerdasan Luar Biasa

ADVERTISEMENT

Para ilmuwan belum memiliki ukuran pasti untuk mendefinisikan kecerdasan pada hewan. Beberapa indikator yang digunakan antara lain, rasio ukuran otak terhadap tubuh, ukuran otak, kognisi sosial, kemampuan berhitung, menggunakan alat, menunjukkan emosi, mengenali diri dan kata-kata, serta kemampuan memecahkan masalah.

Meski masih menjadi bahan perdebatan apakah faktor-faktor tersebut benar-benar mencerminkan kecerdasan hewan, sejumlah spesies menunjukkan kemampuan kognitif luar biasa yang terkadang menyaingi manusia. Dikutip dari laman Live Science, berikut lima hewan dengan kecerdasan yang mengagumkan.

1. Merpati

Burung merpatiBurung merpati Foto: Unsplash/Shashi

Merpati mampu berhitung, mengenali kata-kata, memiliki daya ingat yang luar biasa, serta penglihatan yang sangat baik. Burung ini juga dapat membedakan berbagai kategori objek.

Pada tahun 2015, para ilmuwan mengajari merpati untuk mengelompokkan 128 gambar ke dalam 16 kategori. Ketika diperlihatkan gambar baru yang masih termasuk dalam kategori tersebut, merpati tetap mampu mengelompokkannya dengan benar. Selain itu, merpati juga diketahui dapat mengenali diri mereka sendiri di cermin.

2. Gajah

Ilustrasi gajahIlustrasi gajah Foto: Getty Images/iStockphoto/chrisuk1

Jika paus sperma memiliki otak terbesar di antara semua hewan, maka gajah memiliki otak terbesar di antara seluruh hewan darat. Hewan bertubuh besar ini memiliki daya ingat yang luar biasa, kecerdasan sosial yang tinggi, kemampuan memecahkan masalah yang sangat baik, serta emosi yang kompleks.

Dalam sebuah studi pada tahun 2014, para peneliti menemukan gajah Afrika mampu mengidentifikasi suara manusia yang paling berpotensi mengancam berdasarkan etnis, jenis kelamin, dan usia.

Dikutip dari laman The Humane League, pada tahun 1999, dua ekor gajah sangat bergembira ketika dipertemukan di sebuah suaka di Tenesse. Setelah ditelusuri, ternyata mereka pernah bertemu di sirkus setelah 23 tahun sebelumnya.

Gajah juga dikenal sebagai salah satu makhluk paling empatik di dunia. Mereka hidup dalam kelompok keluarga yang erat, saling membantu ketika menghadapi kesulitan, dan bahkan menunjukkan perilaku berduka saat kehilangan anggota kelompoknya.

3. Gurita

Ilustrasi gurita.Ilustrasi gurita. Foto: Getty Images/500px/michaelkuehneisen / 500px

Para peneliti memperkirakan bahwa gurita biasa memiliki sekitar 500 juta neuron dalam sistem sarafnya, jumlah yang hampir setara dengan anjing. Seperi manusia, gurita memiliki otak yang berfungsi sebagai sistem saraf.

Namun, hewan ini juga mempunyai otak mini yang terlettak di setiap tentakelnya, sehingga total ada sembilan otak. Sembilan otak tersebut memungkinkan setiap tentakel untuk bergerak hingga menyentuh.

Gurita sangat ahli dalam melarikan diri dan memecahkan berbagai teka-teki. Tak hanya itu, gurita juga dapat membuka tutup toples dari dalam, melepaskan simpul, hingga mengenali manusia. Pada tahun 2009, para peneliti menemukan gurita asal Indonesia menimbun cangkang kelapa yang terbuka untuk kemudian digunakan sebagai semacam pelindung tubuh.

Meski secara genetik lebih dekat dengan moluska lain, seperti cumi-cumi dan sotong, dibandingkan dengan manusia, terdapat beberapa kesamaan genetik antara gurita dan manusia.

Para ilmuwan menemukan gurita memiliki transposon atau 'gen lompat', yaitu jenis gen yang juga ditemukan pada manusia. Transposon merupakan urutan DNA yang mampu menyalin dan menempelkan dirinya, atau berpindah ke lokasi lain dalam genom. Gen ini telah dikaitkan dengan evolusi genom pada beberapa spesies.

4. Lumba-lumba

Morfologi finless porpoise. (dok Toba Aquarium)Morfologi finless porpoise. (dok Toba Aquarium) Foto: Morfologi finless porpoise. (dok Toba Aquarium)

Lumba-lumba begitu cerdas sehingga banyak yang menganggapnya sebagai hewan tercerdas kedua di Bumi setelah simpanse. Hewan laut ini memiliki kehidupan sosial yang kompleks, mampu memahami konsep abstrak, menggunakan alat, serta memecahkan masalah. Sejumlah studi juga menunjukkan bahwa lumba-lumba hidung botol (Tursiops truncatus) dapat mengenali diri mereka sendiri di cermin.


Lumba-lumba juga mampu mempelajari berbagai perintah dari manusia. Pada tahun 2013, para ilmuwan menemukan lumba-lumba saling mengenali satu sama lain melalui 'nama' yang unik dengan siulan khas. Mereka bahkan dapat mengingat siulan tersebut selama setidaknya 20 tahun.

5. Paus Sperma

Induk dan bayi paus sperma.Induk dan bayi paus sperma. Foto: Gabriel Barathieu via Wikimedia Commons

Paus sperma (Physeter macrocephalus) memiliki otak terbesar di antara semua hewan di Bumi, dengan berat rata-rata sekitar 7,8 kilogram. Meskipun para ilmuwan masih memperdebatkan apakah ukuran otak merupakan indikator yang baik untuk mengukur kecerdasan, banyak yang sepakat bahwa paus sperma termasuk salah satu makhluk paling cerdas di lautan.

Hewan ini membentuk kelompok keluarga yang erat. Untuk berkomunikasi, paus sperma menghasilkan pola bunyi klik yang disebut koda. Koda tersebut berbeda antara satu kelompok dan kelompok lainnya, mirip dengan dialek pada manusia. Pada abad ke-19, paus sperma menjadi target utama para pemburu. Namun, penelitian menunjukkan bahwa hewan ini saling mengajari cara menghindari serangan para pemburu tersebut.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Ini 'Nona Seroja', Anak Gajah TNTN yang Diberi Nama oleh Kapolda Riau"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads