Viral Aksi Siswa SD Bergelantungan Ala 'Ninja Warrior'

Regional

Viral Aksi Siswa SD Bergelantungan Ala 'Ninja Warrior'

Fahri Zulfikar - detikSumut
Sabtu, 15 Agu 2026 17:00 WIB
Viral sebuah video siswa SD di Sulawesi Selatan yang bergelantungan di kelas dengan bangunan berbahan kayu papan.
Viral sebuah video siswa SD di Sulawesi Selatan yang bergelantungan di kelas dengan bangunan berbahan kayu papan. (Foto: Instagram @afrizaladii)
Enrekang -

Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah siswa sekolah dasar (SD) bergelantungan di rangka atap kelas berbahan kayu papan viral di media sosial. Video tersebut telah ditonton lebih dari 17 juta kali di Instagram dan memperoleh sekitar satu juta 'like'.

Video itu diunggah oleh Afrizal Adi Prayoga, guru lulusan S1 Sastra Indonesia Universitas Sebelas Maret (UNS) yang saat ini mengikuti program Pijar (Pergi Mengajar) dari Yayasan CT ARSA Foundation. Afri, begitu ia biasa disapa, mengajar di SDN 188 Nating, Kecamatan Bungin, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Aktivitasnya selama mengajar kerap ia dokumentasikan melalui akun Instagram @afrizaladii, termasuk momen ketika para siswa bergelantungan di bagian rangka atap kelas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya, betul, itu video saya. Terkait video 'Ninja Warrior', emang anak-anak di sini sangat aktif dan menyalurkan keaktifannya di situ," kata Afri melansir detikEdu saat dikonfirmasi, Jumat (14/8/2026).

Ia menjelaskan, kejadian tersebut bermula ketika dirinya meninggalkan kelas untuk menuju kelas lainnya. Saat kembali, ia mendapati sejumlah siswa sudah bergelantungan, sementara beberapa lainnya baru mulai memanjat rangka atap.

ADVERTISEMENT

"Kronologinya itu karena ditinggal ke kelas sebelah, jadi pas saya masuk sudah pada gelantungan dan ada yang baru manjat. Jadi langsung saya abadikan momennya, karena hal baru bagi saya, banyak sekali sebenarnya tingkah anak-anak di sini karena sangat aktif dan semangat bersekolah," tambahnya.

Afri mengatakan, sebelum merekam kejadian tersebut, ia terlebih dahulu mengingatkan para siswa agar tetap berhati-hati. Setelah itu, para siswa pun turun dari rangka atap dengan lincah.

Selama tiga bulan mengajar di daerah tersebut, Afri mengamati bahwa para siswa memiliki kemampuan kinestetik yang cukup menonjol. Kondisi lingkungan yang berada di dataran tinggi dengan suhu relatif dingin juga dinilainya turut membuat aktivitas fisik menjadi bagian dari keseharian masyarakat setempat.

"Memang harus gerak terus, apalagi kami berada di daerah dingin ya. Suhu di sini kalau pagi 11Β°C, jadi mungkin aktivitas gerak lebih diperlukan. Begitu juga orang dewasanya, semuanya suka olahraga di sini, apalagi voli dan sepak takraw," tutur Afri.

Artikel ini sudah tayang di detikEdu, baca selengkapnya di sini.



(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads