Persoalan gusi berdarah tidak bisa lagi dianggap sepele, karena itu bisa jadi pertanda adanya penyakit kronis di tubuh. Berdasarkan hasil penelitian diketahui kondisi gusi berdarah dapat saling mempengaruhi, tidak hanya berdampak pada area tersebut.
"Gusi Anda bukanlah bagian terpisah dari bagian tubuh Anda yang lain. Saat gusi terinfeksi secara kronis, infeksi tersebut memiliki jalan langsung ke aliran darah Anda," kata Pendiri dan Kepala Dokter Gigi Dr Jaydev Dental, Dr Jaydev dikutip detikHealth.
Hubungan Penyakit Gusi dengan Jantung
Mulut merupakan salah satu pintu masuk ke dalam tubuh. Pada penyakit gusi stadium lanjut, jaringan di sekitar gigi menjadi meradang dan mengembangkan luka-luka kecil, seperti ulkus.
Dikutip dari laman Times of India, lubang-lubang tersebut memungkinkan bakteri dan racunnya masuk ke aliran darah, terutama saat makan atau menyikat gigi. Menurut Dr Jaydev, ini bukan berarti penyakit gusi pasti menyebabkan serangan jantung, tetapi peradangan kronis yang ditimbulkan kemungkinan memainkan peran penting.
"Mulut bukanlah kompartemen tertutup, ia terbuka langsung ke aliran darah. Setiap kali pasien tersebut mengunyah atau menyikat gigi, bakteri dan racun bakteri mendapat jalan bebas masuk ke dalam sirkulasi," katanya.
Setelah masuk ke tubuh, sistem kekebalan tubuh merespons dengan memproduksi protein inflamasi, seperti protein C-reaktif (CRP) dan interleukin-6 (IL-6). Peradangan terus-menerus bisa merusak pembuluh darah dari waktu ke waktu dan berkontribusi pada pembentukan atau ketidakstabilan plak arteri, endapan lemak yang terlibat dalam serangan jantung dan stroke iskemik.
Para peneliti bahkan telah mendeteksi bakteri oral dalam plak arteri. Namun, hal ini saja tidak secara langsung menyebabkan penyakit kardiovaskular.