ODGJ di Banda Aceh Dipasung Keluarga, Walkot Illiza Turun Tangan

Aceh

ODGJ di Banda Aceh Dipasung Keluarga, Walkot Illiza Turun Tangan

Agus Setyadi - detikSumut
Senin, 10 Agu 2026 12:20 WIB
Wali Kota Illiza saat mengunjungi rumah ODGJ yang dipasung di Banda Aceh.
Foto: Wali Kota Illiza saat mengunjungi rumah ODGJ yang dipasung di Banda Aceh. (Agus Setyadi/detikSumut)
Banda Aceh -

Seorang perempuan di salah satu desa di Banda Aceh dipasung pihak keluarga karena diduga mengalami gangguan jiwa. Wali Kota Illiza Sa'aduddin Djamal turun tangan meminta keluarga tidak lagi merantai orang dengan ganguan jiwa (ODGJ) tersebut.

Pantauan detikSumut, ODGJ tersebut berada di dalam sebuah rumah yang ditempati satu keluarga. Illiza sempat berdialog dengan pihak keluarga dan meminta agar pasien itu dibawa ke rumah sakit.

Illiza mengatakan, ODGJ itu sudah dipasung sejak Maret lalu namun baru diketahui petugas Puskesmas Kamis (6/8) lalu. Dalam kunjungannya itu, mantan anggota DPR RI itu juga memberikan semangat ke keluarga serta mengedukasi mereka agar tidak memasung ODGJ.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita memang tidak memperbolehkan adanya pemasungan di mana pun. Secara agama pun memang salah, dan mengekang hak kebebasan seseorang juga itu juga bermasalah secara hukum," kata Illiza kepada wartawan usai mengunjungi keluarga tersebut, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, ODGJ tersebut pernah dirawat di rumah sakit jiwa namun kondisinya semakin berat sehingga dibawa pulang pihak keluarga. Pemerintah Kota Banda Aceh akan meminta rekam medis pasien serta obat-obatan yang pernah dikonsumsi serta dokter yang menanganinya.

ADVERTISEMENT

Tim dokter juga disebut akan memeriksa pasien itu secara berkala.

"Kalau keluarga bggak berkenan mungkin kita rawat, maka kita yang akan datang secara berkala ke rumah ini," jelasnya.

"Jadi dengan kita hadir orang tuanya pasti ngerasa ada perhatian juga dari kita, ada spirit motivasi semangat, mudah-mudahan ada jalan keluar. Intinya kita ingin mengimbau untuk seluruh keluarga tidak lagi memasung pasien yang hilang kesadaran jiwa," ujar Illiza.

Dia meminta penanganan ODGJ dilakukan pengobatan secara medis dan non-medis seperti rukyah. Illiza menjelaskan, selain menangani secara medis Pemkot Banda Aceh juga akan melakukan intervensi sosial terhadap keluarga dengan membantu apa yang mereka butuhkan.

"Penanganan orang-orang yang hilang ingatan seperti ini tidak lagi dengan memasung, ya, atau merantai, atau dengan apa pun yang mengurung dan sebagainya sehingga gangguan jiwanya semakin berat terjadi. Karena itu kan stres. Namanya orang gangguan jiwa itu butuh sentuhan, butuh pengobatan," jelasnya.



(agse/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads