Musim kemarau landa beberapa wilayah di Indonesia. Ketika curah hujan berkurang, kebutuhan air bersih di rumah perlu dikelola dengan lebih bijak supaya persediaannya tetap mencukupi sampai musim hujan kembali tiba.
Penggunaan air di rumah biasanya meningkat selama musim kemarau. Dilansir detikProperti dari OfficeH2O, konsumsi air rumah tangga pada musim panas bisa meningkat sampai dua kali lipat ketimbang pada kondisi normal.
Dalam kajian itu disebutkan, keluarga beranggotakan empat orang dapat menghabiskan sekitar 400 galon atau 1.514 liter air per hari saat cuaca panas. Kalau tak diimbangi dengan penghematan, cadangan air berpotensi lebih cepat habis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan di rumah untuk menghemat penggunaan air selama musim kemarau.
1. Kurangi Durasi Mandi
Mandi terlalu lama jadi salah satu penyebab pemborosan air. Memangkas waktu mandi sampai sekitar dua menit bisa menghemat ribuan liter air dalam setahun.
Selain itu, biasakan mematikan keran ketika sedang memakai sabun, keramas, menyikat gigi, atau bercukur. Kalau memungkinkan, gunakan shower hemat air.
2. Siram Tanaman pada Waktu yang Tepat
Hindari menyiram tanaman ketika matahari sedang terik karena air bakal lebih cepat menguap.
Waktu terbaik menyiram tanaman yaitu pagi atau sore hari supaya air lebih banyak terserap ke dalam tanah. Penggunaan sistem irigasi tetes juga dapat membantu menghemat air.
3. Gunakan Mesin Pencuci Piring
Kalau punya mesin pencuci piring, penggunaannya justru bisa lebih hemat air dibandingkan mencuci secara manual.
Mencuci piring dengan tangan dapat menghabiskan hingga sekitar 102 liter air, sedangkan mesin pencuci piring hemat energi hanya membutuhkan sekitar 11 liter untuk sekali siklus pencucian.
4. Periksa Kebocoran Kloset
Kebocoran pada tangki kloset sering kali tak disadari, padahal bisa membuang banyak air setiap hari.
Salah satu cara sederhana untuk mengeceknya yaitu dengan meneteskan pewarna makanan ke dalam tangki. Kalau warna muncul di kloset tanpa disiram, berarti ada kebocoran yang perlu segera diperbaiki.
5. Cuci Kendaraan di Tempat Cuci
Mencuci mobil sendiri di rumah dapat menghabiskan sekitar 378 liter air dalam sekali pencucian.
Oleh karena itu, mencuci kendaraan di tempat pencucian yang menggunakan sistem lebih efisien bisa menjadi pilihan untuk mengurangi konsumsi air.
6. Manfaatkan Air Bekas yang Masih Layak
Air bekas yang masih bersih, misalnya air hasil kondensasi dari AC, bisa dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman atau keperluan lain yang tidak membutuhkan air minum.
Namun, hindari menggunakan kembali air yang telah tercampur deterjen, pemutih, atau bahan kimia lainnya.
7. Tutup Kolam
Bagi yang memiliki kolam renang atau kolam ikan di rumah, gunakan penutup saat tidak digunakan.
Cara ini membantu mengurangi penguapan akibat paparan sinar matahari sehingga volume air lebih terjaga selama musim kemarau.
Baca juga: 7 Strategi Jitu Hemat Air di Musim Kemarau |
