7 Strategi Jitu Hemat Air di Musim Kemarau

7 Strategi Jitu Hemat Air di Musim Kemarau

Danang Sugianto - detikProperti
Kamis, 06 Agu 2026 10:03 WIB
Infografis Strategi Hemat Air saat Musim Kemarau
Foto: Infografis dibuat menggunakan Notebooklm
Jakarta -

Musim kemarau melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Saat curah hujan berkurang, kebutuhan air bersih di rumah perlu dikelola dengan lebih bijak agar persediaannya tetap mencukupi hingga musim hujan kembali tiba.

Penggunaan air di rumah biasanya meningkat selama musim kemarau. Dikutip dari OfficeH2O, konsumsi air rumah tangga pada musim panas dapat meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan kondisi normal.

Dalam kajian tersebut disebutkan, keluarga beranggotakan empat orang dapat menghabiskan sekitar 400 galon atau 1.514 liter air per hari saat cuaca panas. Jika tidak diimbangi dengan penghematan, cadangan air berpotensi lebih cepat habis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan di rumah untuk menghemat penggunaan air selama musim kemarau.

1. Kurangi Durasi Mandi

Mandi terlalu lama menjadi salah satu penyebab pemborosan air. Memangkas waktu mandi hingga sekitar dua menit dapat menghemat ribuan liter air dalam setahun.

ADVERTISEMENT

Selain itu, biasakan mematikan keran saat sedang menggunakan sabun, keramas, menyikat gigi, atau bercukur. Jika memungkinkan, gunakan shower hemat air.

2. Gunakan Mesin Pencuci Piring

Jika memiliki mesin pencuci piring, penggunaannya justru bisa lebih hemat air dibandingkan mencuci secara manual.

Mencuci piring dengan tangan dapat menghabiskan hingga sekitar 102 liter air, sedangkan mesin pencuci piring hemat energi hanya membutuhkan sekitar 11 liter untuk sekali siklus pencucian.

3. Siram Tanaman pada Waktu yang Tepat

Hindari menyiram tanaman saat matahari sedang terik karena air akan lebih cepat menguap.

Waktu terbaik menyiram tanaman adalah pagi atau sore hari agar air lebih banyak terserap ke dalam tanah. Penggunaan sistem irigasi tetes juga dapat membantu menghemat air.

4. Periksa Kebocoran Kloset

Kebocoran pada tangki kloset sering kali tidak disadari, padahal dapat membuang banyak air setiap hari.

Salah satu cara sederhana untuk mengeceknya adalah meneteskan pewarna makanan ke dalam tangki. Jika warna muncul di kloset tanpa disiram, berarti ada kebocoran yang perlu segera diperbaiki.

5. Cuci Kendaraan di Tempat Cuci

Mencuci mobil sendiri di rumah bisa menghabiskan sekitar 378 liter air dalam sekali pencucian.

Karena itu, mencuci kendaraan di tempat pencucian yang menggunakan sistem lebih efisien dapat menjadi pilihan untuk mengurangi konsumsi air.

6. Tutup Kolam

Bagi yang memiliki kolam renang atau kolam ikan di rumah, gunakan penutup saat tidak digunakan.

Cara ini membantu mengurangi penguapan akibat paparan sinar matahari sehingga volume air lebih terjaga selama musim kemarau.

7. Manfaatkan Air Bekas yang Masih Layak

Air bekas yang masih bersih, seperti air hasil kondensasi dari AC, dapat dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman atau keperluan lain yang tidak membutuhkan air minum.

Namun, hindari menggunakan kembali air yang telah tercampur deterjen, pemutih, atau bahan kimia lainnya.

Dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan sederhana tersebut, penggunaan air di rumah bisa lebih efisien sehingga cadangan air tetap terjaga selama musim kemarau berlangsung.

(das/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads