Teror Monyet di Inhil, TK-SMP Berlakukan Belajar Daring Antisipasi Serangan

Riau

Teror Monyet di Inhil, TK-SMP Berlakukan Belajar Daring Antisipasi Serangan

Raja Adil Siregar - detikSumut
Jumat, 07 Agu 2026 10:58 WIB
Monyet yang meresahkan warga Indragiri Hilir (Inhil), Riau saat ditangkap.
Foto: Monyet yang meresahkan warga Indragiri Hilir (Inhil), Riau usai ditangkap. (dok. Disdamkarmat Inhil)
Indragiri Hilir -

Sejumlah sekolah di Indragiri Hilir, Riau terpaksa harus belajar daring akibat serangan dari monyet ekor panjang. Sekolah diliburkan untuk antisipasi korban bertambah.

"Sekolah di sekitar lokasi memang sempat daring sejak Senin kemarin, hari ini masih," ungkap Kepala Damkar dan Penyelamatan Inhil, Junaidi Ismail, Jumat (7/8/2026).

Junaidi memastikan ada 9 sekolah jenjang TK, SD dan SMP belajar daring. Khususnya sekolah yang berada di sekitar lokasi Parit 13 dan 14 Kelurahan Tembilah Hilir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hari ini masih daring karena kita lagi lihat kondisi pasca satu ekor monyet kemarin ketangkap. Ada 9 sekolah mulai dari tingkat TK, SD dan SMP libur di sekitar Parit 13 dan 14 saja di Kelurahan Tembilahan Hilir," kata Junaidi.

Proses pemantauan dilakukan karena saat ini masih ada banyak monyet ekor panjang berkeliaran. Pemantauan dilakukan tim di lokasi-lokasi yang sempat terjadi serangan bertubi-tubi.

ADVERTISEMENT

Diketahui, teror serangan monyet ekor panjang terjadi di Tembilahan, Indragiri Hilir sejak 23 Juli lalu. Total ada 19 kali serangan dengan jumlah korban 18 (sebelumnya tertulis 19).

Korban serangan mulai dari anak-anak usia 6 tahun hingga orang dewasa. Mereka jadi korban serangan saat sedang bermain dan tidur di rumah.

Pasca serangan bertubi-tubi tim gabungan dari TNI, Polri, Disdamkarmat, BBKSDA Riau hingga tim lain langsung turun ke lokasi. Tepat pada Kamis (6/8) siang, seekor monyet berhasil masuk perangkap.

Untuk identifikasi prilaku dan serangan, monyet langsung dibawa ke Pekanbaru. Proses pemantauan dilakukan untuk melihat apakah konyet tersebut yang telah melakukan serangan kepada warga Kota Seribu Parit.



(ras/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads