Teror Monyet Ekor Panjang Bikin Warga di Inhil Resah, 19 Orang Jadi Korban

Riau

Teror Monyet Ekor Panjang Bikin Warga di Inhil Resah, 19 Orang Jadi Korban

Raja Adil Siregar - detikSumut
Kamis, 06 Agu 2026 21:02 WIB
Monyet yang berhasil ditangkap di Inhil. (Foto: Dok Disdamkarmat Inhil)
Monyet yang berhasil ditangkap di Inhil. (Foto: Dok Disdamkarmat Inhil)
Indragiri Hilir -

Serangan monyet ekor panjang di Indragiri Hilir, Riau membuat masyarakat ketakutan. Bagaimana tidak, dalam dua pekan ini sudah ada 19 warga diserang hewan mamalia tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Indragiri Hilir, Junaidi Ismail mencatat serangan pertama terjadi pada 23 Juli lalu. Sejak saat itulah, keberadaan mamalia di Negeri Seribu Parit itu mulai membuat warga resah.

"Serangan pertama itu terjadi pada 23 Juli lalu. Sejak saat itu warga mulai resah saat melihat monyet ekor panjang ini," katanya, Kamis (6/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Junaidi mengungkap monyet ekor panjang ini adalah satwa yang hidup berdampingan selama ini di wilayahnya. Bahkan, serangan ini merupakan insiden pertama yang terjadi.

ADVERTISEMENT

Uniknya, binatang dengan nama latin Macaca fascicularis menyerang korbannya bukan berkelompok, tapi datang sendirian. Bermodal kuku dan taring, monyet itu mencakar dan gigit untuk melukai korban.

Dinas Damkarmat mencatat korban bukan orang dewasa saja. Anak-anak usia 6 tahun pun tidak luput dari serangan saat bermain atau tidur di rumah.

"Korban ada anak-anak usia 6 tahun yang sedang bermain, tetapi lebih banyak dari orang dewasa. Diserang waktu main atau sedang tidur, secara tiba-tiba saja," ungkap Junaidi.

Serangan berulang terjadi di sejumlah titik. Kondisi ini membuat masyarakat di sekitar Kota Tembilahan sempat cemas saat lihat gerombolan monyet datang.

Junaidi memastikan seluruh korban telah ditangani oleh petugas kesehatan. Biaya seluruhnya ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir mulai dari vaksin hingga pemantauan berkelanjutan.

"Semua korban sudah divaksin, lalu kami pantau terus secara berkala apakah ada gejala pasca serangan. Jadi lukanya juga variasi, ada robek, dijahit ada juga gigitan yang memang harus dapat penanganan di rumah sakit," katanya.

Seekor Monyet Berhasil Ditangkap

Untuk mengakhiri teror, Junaidi koordinasi dengan sejumlah instansi mulai dari Polri, TNI hingga Balai BKSDA Riau. Tim memilih pasang perangkap untuk menangkap satwa yang banyak hidup di wilayah Asia Tenggara tersebut.

"Tadi pagi kami bersama teman-teman dari BKSDA, polisi, TNI dan semua unsur sudah pasang perangkap. Perangkap dipasang di sekitar serangan itu pukul 08.00 WIB," kata Junaidi.

Kerja keras itu membuahkan hasil. Hanya sekitar 6 jam dipasang petugas, Bruk! tutup perangkap langsung jatuh dan mengunci seekor monyet yang berburu buah-buahan sebagai pancingan.

"Sekitar pukul 14.00 WIB tadi ada seekor monyet masuk perangkap. Memang kita pancing pakai buah-buahan, ukuran cukup besar," katanya.

Monyet itu kemudian dibawa petugas Balai BKSDA Riau ke Pekanbaru. Selanjutnya dilakukan identifikasi apakah monyet itu yang melakukan serangan terhadap warga.

"Tadi langsung dibawa ke Pekanbaru. Jadi di sana nanti diidentifikasi apakah monyet ini yang melakukan serangan atau teror ke warga berulang atau bukan karena warga tadi sempat minta langsung diidentifikasi," tegasnya.



(ras/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads