Apakah Tidur Siang Sunah Rasulullah SAW? Ini Penjelasan, Waktu, & Manfaatnya

Apakah Tidur Siang Sunah Rasulullah SAW? Ini Penjelasan, Waktu, & Manfaatnya

Aisyah Lutfi - detikSumut
Selasa, 28 Jul 2026 11:01 WIB
Seorang pria tertidur dan bermimpi.
Foto: Andrea Piacquadio/Pexels
Medan -

Di tengah padatnya rutinitas harian, tidur siang kerap menjadi momen yang sangat dinantikan untuk melepas lelah. Namun, tahukah detikers bahwa tidur siang bukan sekadar aktivitas melepas kantuk biasa, melainkan juga bagian dari amalan sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW?

Dalam tradisi Islam, tidur siang dikenal dengan istilah qailulah. Amalan ini langsung dipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW dan memiliki landasan hadits yang kuat serta beragam manfaat nyata bagi kesehatan tubuh.

Lantas, bagaimana tata cara, waktu ideal, hingga keutamaan tidur siang sesuai ajaran Islam? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apakah Tidur Siang Sunah Rasulullah SAW?

Jawabannya adalah ya. Melansir laman NU Online, anjuran qailulah berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dari sahabat Anas RA secara marfu', di mana Rasulullah SAW bersabda:

قيلوا فإن الشياطين لا تقيل

ADVERTISEMENT

Artinya: Tidurlah qailulah (tidur siang) karena setan tidaklah mengambil tidur siang. (HR Abu Nu'aim dalam Ath-Thibb: 12; Akhbar Ashbahan, 1: 195, 353; 2: 69).

Ash-Shan'ani selaku pengarang kitab Subul as-Salam menjelaskan bahwa qailulah pada dasarnya adalah beristirahat di tengah hari, bahkan sekalipun dilakukan tanpa benar-benar tertidur pulas.

Waktu dan Durasi Tidur Siang yang Dianjurkan

Para ahli fiqih menyebutkan bahwa waktu qailulah umumnya berada di antara rentang pukul 11.00 hingga 14.00 WIB, yaitu sebelum atau sesudah salat Zuhur.

Merujuk pada buku "Back To Sunnah: Teori dan Kajian Empiris Kesehatan" karya Haerawati Idris, tidur siang di rentang waktu tersebut juga berfungsi melindungi tubuh. Pada tengah hari, intensitas sinar matahari dan suhu udara sedang berada di puncaknya, sehingga beristirahat sejenak menjadi cara alami untuk menghindari dampak buruk paparan panas matahari pada kulit.

Terkait durasinya, qailulah dilakukan secara singkat, yaitu berkisar antara 10 hingga 20 menit. Penelitian medis mengungkapkan bahwa waktu tidur siang yang paling ideal dilakukan antara pukul 13.00-15.00 dengan durasi tidak lebih dari 30 hingga 45 menit. Jika tidur siang terlalu lama, tubuh justru akan merasa pusing dan lemas saat terbangun.

Tidur Siang dalam Al-Qur'an dan Pandangan Ulama

Kata "tidur" tercatat disebutkan lebih dari 10 kali dalam Al-Qur'an. Tidur siang diakui sebagai salah satu fitrah dan tanda kebesaran Allah SWT, sebagaimana firman-Nya dalam surat Ar-Rum ayat 23:

وَمِنْ اٰيٰتٖهٖ مَنَامُكُمْ بِالَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاۤؤُكُمْ مِّنْ فَضْلِهٖۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّسْمَعُوْنَ

Artinya: "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah tidurmu pada waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan." (QS. Ar-Rum: 23).

Selain itu, Allah SWT juga berfirman dalam surat Al-Naba ayat 9: "Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat." Menurut Abdul Hafizh al-Haddad dalam Al-I'jāz al-Ilmi fil Quran was-Sunnah asy-Syarīfah, tidur menghentikan sejenak pergerakan tubuh agar sistem organ dapat melakukan pemulihan energi.

Niat Mendorong Ibadah Malam

Dalam kitab Bidayatul Hidayah, Imam Al-Ghazali menegaskan keutamaan niat saat qailulah. Beliau menjelaskan bahwa tidur siang diniatkan sebagai "bekal" agar tubuh kuat beribadah di malam hari:

"Ketika kita tidur siang dengan niat qailulah, ini seperti kita mengambil jatah tidur untuk malam nanti, karena pada malam harinya kita akan berjaga untuk beribadah kepada Allah," terang Imam Al-Ghazali.

Deretan Manfaat Tidur Siang Bagi Kesehatan

Mengutip buku "Kitab Pedoman Pengobatan Nabi" oleh Agus Rahmadi dan M. Biomed, tidur singkat di siang hari memberikan beragam dampak positif bagi tubuh:

Meningkatkan Kewaspadaan & Fokus
Qailulah dapat menyegarkan kembali daya pikir, meningkatkan kinerja kognitif, dan mengembalikan relaksasi tubuh setelah lelah beraktivitas.

Sangat Efektif Meski Singkat
Penelitian oleh Brooks dan rekan-rekannya menunjukkan bahwa tidur siang berdurasi singkat selama 10 menit sudah sangat optimal untuk memulihkan kesegaran tubuh.

Memperkuat Daya Ingat Remaja
Bagi kalangan remaja, tidur siang terbukti memperkuat memori deklaratif, yakni kemampuan mengingat fakta, nama, wajah, dan tanggal.

Menjaga Kesehatan Jantung
Studi menunjukkan bahwa rutin tidur siang selama 30 menit sebanyak 3 kali dalam seminggu dapat menekan risiko penyakit kardiovaskular hingga 37%.

Nah, itulah penjelasan mengenai sunah tidur siang (qailulah) beserta manfaatnya bagi kesehatan dan ibadah. Mulai sekarang, detikers bisa meluangkan waktu 10-20 menit di tengah hari untuk beristirahat sejenak agar tubuh kembali bertenaga. Semoga bermanfaat ya, detikers!



(nkm/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads