Status Transisi Darurat Pemulihan Bencana Aceh Berakhir Pekan Ini

Aceh

Status Transisi Darurat Pemulihan Bencana Aceh Berakhir Pekan Ini

Agus Setyadi - detikSumut
Senin, 27 Jul 2026 10:31 WIB
Foto udara alat berat milik Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan PT Hutama Karya (Persero) menyelesaikan pembangunan pengaman badan jalan dengan menggunakan karung besar berisi pasir dan batu di Desa Ketambe, Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, Aceh, Selasa (27/1/2026). Data sementara posko tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh menyebutkan sebanyak 2.507 lokasi atau titik jalan yang tersebar di 18 kabupaten dan kota mengalami rusak ringan hingga berat akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor akhir November 2025 dan masih membutuhkan perbaikan untuk pemulihan trasportasi darat, koneksi antar wilayah serta membantu perekonomian masyarakat. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra).
Banda Aceh -

Status transisi darurat menuju pemulihan pasca bencana Aceh yang ditetapkan tiga bulan lalu akan berakhir 30 Juli mendatang. Pemerintah Aceh akan menggelar rapat dengan Forkopimda untuk memutuskan apakah status ini bakal diperpanjang atau beralih ke rehabilitasi dan rekonstruksi.

"Mengenai penetapan status bencana tersebut sebetulnya sempat di bahas dalam rapat Forkopimda pekan lalu. Ada dua pandangan yaitu tetap pada status transisi atau lanjut ke rehabilitasi dan rekonstruksi. Dua pandangan itu memiliki konsekuensinya masing-masing dan berdampak pada aktivitas di lapangan," kata Juru Bicara Pemerintah Aceh Nurlis Effendi dalam keterangannya, Senin (27/7/2026).

Nurlis mengatakan, Gubernur Muzakir Manaf (Mualem) akan berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera. Ketua Umum Partai Aceh itu disebut menginginkan status itu diputuskan bersama Forkopimda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebab, kata Nurlis, Mualem berpandangan penyelesaian masalah bencana dibutuhkan koordinasi dan kerjasama yang kompak. Selama ini semua pihak disebut terlibat dalam membantu korban bencana.

ADVERTISEMENT

"Gubernur Mualem memberi petunjuk kepada Sekretaris Daerah Aceh M Nasir Syamaun agar melibatkan semua pihak untuk bekerjasama dalam penanganan bencana ini," ujarnya.

Menurutnya, Mualem mewajibkan Sekda mengundang pihak-pihak terkait dalam setiap rapat penanganan bencana. "Bahkan unsur dari mahasiswa pun diundang untuk mendapat gambaran yang utuh dalam penanganan bencana," jelas Nurlis.

"Pak gubernur juga menginginkan kayu-kayu gelondongan yang hanyut dibawa banjir ke perkampungan diberikan kepada masyarakat korban banjir. Biar mereka memanfaatkannya sesuai kebutuhannya," lanjutnya.



(agse/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads